Selamat Datang di Halaman PERLINTAN - Perlindungan Tanaman - Website Jurusan MPLKMateri Praktek Perlindungan TanamanParasitoid Hama TanamanOPT Tanaman PertanianMateri Kuliah Perlindungan TanamanPredator Hama TanamanMusuh Alami HamaPerlindungan Tanaman adalah usaha untuk melin­dungi tanaman dari ancaman atau gangguan yang dapat merusak, merugikan, atau mengganggu proses hidupnya yang normal, sejak pra-tanam sampai pasca tanam (Djafaruddin, 1996)
Banner UC IPM
Banner Biological Control
Banner Dirjen Pangan
Banner Diren Perkebunan
Banner Dirjen Hortikultura

Yosefus F. da-Lopez, Nina J. Lapinangga, & Jacqualine A. Bunga. (2020). Bahan Ajar Perlindungan Tanaman (MLK22203/2(1-1)) untuk Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering. Website Jurusan MPLK

ULAT CROSI Crocidolomia binotalis (pavonana)

Ulat Crosi (Crocidolomia binotalis Zeller)

Ulat Crosi (Crocidolomia binotalis Zeller) adalah salah satu hama penting bagi beberapa komoditas hortikultura di Indonesia.  Jika tidak dikontrol dengan baik, serangan ulat crosi terutama di musim kemarau, dapat menyebabkan kerusakan hingga 100% pada tanaman yang dibudidayakan.

Ulat crosi diklasifikasikan ke dalam kingdom Animalia, Filum Arthropoda, Kelas Insecta, Ordo Lepidoptera, Famili Pyralidae, Genus Crocidolomia dan  Spesies Crocidolomia binotalis Zell.

Telur ulat crosi berwarna hijau terang dan biasanya terletak di sisi bawah daun tanaman yang diserang.  Sebelum menetas, warna telur crosi berubah dari oranye menjadi kuning-kecoklatan, dan akhirnya menjadi coklat tua.  Telur diletakkan oleh ngengat secara berkelompok dan berlapis (2 sampai 3 lapis) dengan rata-rata jumlah telur sebanyak 120 butir tiap kelompok dan akan menetas setelah 3-6 hari.

Larva yang baru menetas berwarna hitam kehijauan dan menyukai tempat yang agak gelap.  Larva dewasa umumnya  berukuran 15 sampai 21 mm dan memiliki corak berupa tiga garis putih membujur di bagian punggungnya.  Lama stadium larva antara 11-17 hari. Larva membentuk pupa di permukaan tanah.  Pupa berwarna coklat kekuningan dan kemudian menjadi coklat gelap.  Ukuran pupa umumnya sekitar 3 sampai 10 mm dan akan menetas setelah berumur 9-13 hari. 

Kerusakan yang disebabkan oleh ulat krosi pada tanaman dapat menjadi masalah serius karena ulat tersebut lebih suka memakan daun muda dan titik tumbuh hingga habis. Larva muda bergerombol di permukaan bawah daun tanaman dan meninggalkan bercak putih pada daun yang diserang.  Larva instar ke tiga sampai ke lima memencar dan menyerang pucuk tanaman sehingga merusak titik tumbuh.  Akibatnya tanaman akan mati atau minimal batang tanaman akan membentuk cabang.  Larva menyerang secara berkelompok dan dapat menghabiskan seluruh daun dan hanya meninggalkan tulang daun saja.  Larva juga memakan batang kubis dengan cara membuat lubang sehingga terjadi pembusukan dan kubis tidak dapat dipanen sama sekali.

Cara mengendalikan ulat crosi pada tanaman budidaya hampir sama dengan pengendalian ulatgrayak, antara lain adalah :

  1. Pengendalian fisik dan mekanik dengan mengambil kelompok telur, membunuh larva dan imago atau mencabut tanaman inang yan terserang ulat crosi.
  2. Pengelolaan tanaman secara kultur teknis dengan cara menanaman varietas tahan hama, penggunaan benih sehat, pergiliran tanaman, dan melakkan sanitasi lahan.
  3. Pemanfaatan musuh alami hama (parasitoid, predator, dan patogen).
LIHAT MODUL/BOSUR 
Galleri Kebun SUT
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Penanaman Tanaman Cabai
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Persiapan Lahan Untuk Budidaya Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemanenan Tanaman Kangkung
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemasangan Tali Ajir Untuk Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pemangkasan Tanaman Buah Naga Untuk Pembibitan
Kegiatan PBL-AELK MPLK-II-2023
Pemasangan Ajir untuk Tanaman Pare
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Pengukuran pH Tanah
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Hortikultura (Kangkung & Buncis)
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Aplikasi Pupuk Daun Gandasil-D pada Tanaman Buncis
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Pare, Mentimun & Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Persiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Pare, Mentimun, dan Bayam
Kegiatan PjBL-SUT MPLK-IV-2023
Budidaya Tanaman Sawi (Kegiatan Pemeliharaan)
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering © 2026 Politeknik Pertanian Negeri Kupang - Alamat: Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes, Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Telepon: +62380881600 Fax: +62380881601 Email: ppnk@politanikoe.ac.id. - We learn, practice, and be rich - Kami belajar, berlatih, dan menjadi sejahtera - Meup onle ate, mua onle Usif - Designed By JoomShaper