Copyright 2021 - Custom text here

Banner Prodi MPLK 003

Kembali ke Beranda 02

ManAploniaajemen Persemaian Jagung Manis di Kelompok Simantri-4 Desa Golowatu Kecamatan Wae’rii Kabupaten Manggarai

Sweet corn seedbed management in the Simantri-4 of Golowatu village district of Waerii Manggarai Regency

Aplonia Soik Asa; Yos F. da-Lopes;  Paulus Pasau - Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang

INTISARI. Manajemen persemaian jagung manis (Zea mays saccharata L.) adalah kegiatan memproses benih pada suatu tempat atau areal untuk menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan. Kegiatan ini merupakan proses awal sebelum penanaman karena merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya jagung manis di Kelompok Simantri-4. Persemaian  bertujuan untuk menyediakan bibit berkualitas dalam jumlah yang memadai sesuai kebutuhan yang direncanakan dalam waktu yang tepat, serta bibit dapat beradaptasi dengan lingkungan setempat. Praktek kerja lapang dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan, sejak Maret sampai Juni 2019. Metode yang gunakan adalah praktek langsung, pengamatan, diskusi dan wawancara, dan dokumentasi. Praktek ini bertempat di Simantri-4, Desa Golowatu, yang berada pada ketinggian 950-1050 meter dpl. Persemaian jagung manis dilakukan secara bertahap, sebanyak 3 kali, dengan jumlah benih: 1.750 per tahapan persemaian. Hasil praktek kerja lapang menunjukkan bahwa manajemen persemaian jagung manis di Simantri-4, Desa Golowatu, sudah memenuhi fungsi-fungsi manajemen, antara lain persiapan benih, persiapan pupuk bokashi sebagai media persemaian, persiapan wadah persemaian, dan kegiatan persemaian. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, prinsip-prinsip manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi harus diterapkan dengan baik dan benar.

Kata Kunci: manajemen, persemaian , jagung manis


ABSTRACT. Sweet corn seedbed management (Zea mays saccharata L.) is the activity of processing seeds in a place or area to become seedlings that are ready to be planted in the field. This activity is the initial process before planting because it is the key to success in the cultivation of sweet corn,especially, in the Simantri, Golowatu. The seedbed is to provide qualified seeds in sufficient quantities according to planned needs in a timely manner, and the seeds can adapt to the local environment. The field practice was carried out for approximately three months, from March to June 2019. The methods used were direct practice, observation, discussion and interviews, and documentation and was located at Simantri-4, Golowatu that lies at 950-1050 meters above sea level. The sweet corn seedbed was carried out in 3 stages, with 1,750 of seeds per stage. The results presented that the management of sweet corn seedbed in Simantri-4, Golowatu Village, has fulfilled management functions, including seeds preparations, provision of bokashi as seedbed media, seedlings container preparation, and the seedlings production. To gain optimal yields, management principles such as planning, organizing, implementing, monitoring and evaluating must be applied properly.

Keywords: management, seedbed, seedlings, sweet corn

21 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SELASA
22 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-RABU
23 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-KAMIS
24 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT
27 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SENIN
28 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SELASA
29 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-RABU
30 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-KAMIS
01 Okt 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT