TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP KUALITAS LAYANAN PENYULUH PERTANIAN DI KECAMATAN FATULEU TENGAH, KABUPATEN KUPANG

Farmers Satisfaction Level on the Quality of Agricultural Extension Services in the District of Fatuleu Tengah Kupang Regency

KOSMAS KOLI1   BLASIUS GHARU2   KRISTOFORUS LABA2

Hasil Penelitian Tugas Akhir Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering politeknik Pertanian Negeri Kupang 2016

1Mahasiswa Tugas Akhir   2Pembimbing Tugas Akhir


INTISARI.Tingkat kepuasan petani adalah perasaan senang atau kecewa seorang petani yang timbul setelah membandingkan kesannyaatau persepsinya terhadap kualitas pelayanan yang diharapkan, dan pengendaliannya atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan atau harapan petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap kualitas layanan penyuluh pertanian di Kecamatan Fatuleu Tengah, dan menganalisis keterkaitan antara karakteristik petani dengan tingkat kepuasan terhadap kualitas layanan penyuluh. Waktu pelaksanaan penelitian pada tanggal 1 April 2015 sampai dengann 1 Mei 2015.Data penelitian ini diperolehdengan metode observasi, wawancara mendalam, dan pengisian kuisioner. dilanjutkan dengan analisis secara Deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian berdasarkan analisis satatistik Deskriptif dengan beberapa dimensi tingkat kepuasan.Bukti langsungartinya hal-hal yang dapat terihat dalam wujud langsung atau dapat dilihat dengan mata dengar nilai rata-rata skala 3,2 dan berada pada kategori puas, kategori Jaminan artinya kemampuan dan kesopanan serta sifatnya dapat dipercaya dan empatiartinya memahami kebutuhan petani dan memberikan perhatian yang khusus memiliki kategori yang kurang puas dengan masing-masing memiliki nilai rata-rata skala 2,2,sementara yang berada pada kategori tidak puas adalah kehadalan artinya pelayanan berupa kemampuan pelayanan dan juga respon artinya kesigapan, daya tangkap, dan kedisiplinanyang memiliki nilai rata-rata skala 1,8 dan juga 1,7. Dilanjutkan dengan analisis Rank Spearman Hubungan antara karakteristik responden (petani) dengan tingkat

kepuasan petani terhadap kualitas layanan penyuluh pertanian memiliki hubungan yang tidak signifikan karena nilai signifikan > nilai α. Hasil ini menunjukan bahwa peran penyuluh sangat rendah, sehingga perlu adanya kebijakan pemerintah terutama instansi terkait untuk memperbaiki managemen, dan juga perlu peningkatan pengetahuan bagi penyuluh pertanian sehingga lebih peka terhadap kebutuhan petani. Untuk itu perlu adanya penelitian selanjutan yang lebih khusus karena Kecamatan Fatuleu Tengah memiliki potensi yang sangat baik.

Kata Kunci: Petani, tingkat kepuasan, kualitas layanan penyuluh.

ABSTRACT. The satisfaction level of farmers are feeling happy or disappointed a farmer arising after comparing his impressions or perceptions of the quality of service expected, and its control over the level of excellence to meet the desires or expectations of farmers. This study purposes to analyze the farmers' level of satisfaction on the quality of agricultural extension services in the District of Fatuleu Tengah, and to analyze the relationship between the characteristic of farmers and farmers' level of satisfaction on the quality of agricultural extension services. Time access of this research is on 1th of April 2015 until 1th of May 2015. The data of the research is acquired by the method of observation, in-depth interviews, and filling questionnaire. Continued by using descriptive analysis and Spearman Rank Correlation formula. The results based on descriptive statistical analysis with some satisfaction level categories. Direct evidence is in average scale score of 3.2 and it’s in the satisfied category; assurance category means ability, decency and credibility; and empathy have categories that are less satisfied with each having an average value of 2.2 scale. Besides, the category of dissatisfied that is ability of service and also the response that means the efficiency and discipline that has an average value of 1.8 and 1.7 scale. The relationship between the characteristics of the respondent (peasant) farmers' level of satisfaction with the quality of agricultural extension services have a relationship that is not significant because the value of significance > α. These results indicate that the role of extension workers is very low, so the need for government policies, especially the relevant agencies to improve management, and also needs to be an increase in knowledge for agricultural extension making it more sensitive to the needs of farmers. Therefore, we need a more specialized advanced research for the District Fatuleu Tengah having excellent potential.

Keywords: Characteristic, satisfaction levels, quality of service extension


PENDAHULUAN

Kecamatan Fatuleu Tengah merupakan kecamatan yang berada di Kabupaten Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Luas wilayah Kecamatan Fatuleu Tengah yaitu 294,03 km² yang terletak di sebelah utara ibu kota Kabupaten Kupang, dengan jumlah penduduk mencapai 6.845 jiwa yakni terdiri dari laki-laki sebanyak 2.755 orang, sementara perempuan berjumlah 2.847 orang. Selain itu, jumlah kepala keluarga (KK) di kecamatan ini sebanyak 1.243 KK, dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 209 jiwa per km². Mata pencaharian sebagian besar masyarakat Kecamatan Fatuleu Tengah adalah bertani dan beternak. Komoditas utama yang dihasilkan di wilayah ini meliputi: 1) hasil pertanian, yaitu jagung, ubiubian, dan padi ladang disamping juga di kembangkan tanaman komoditas berupa, fanili, lada, kopi, kemiri, coklat, dan cengkeh; 2) hasil peternakan, mencakup ternak besar seperti sapi, dan kuda sementara ternak kecil yaitu ternak babi, kambing, dan juga ternak unggas (ayam dan itik), (Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang, 2015).

Data pada Tahun 2013 menunjukkan bahwa jumlah penyuluh pertanian di BPK Fatuleu Tengah sangat terbatas yaitu hanya 4 orang saja terdiri atas 3 penyuluh PNS dan 1 penyuluh THL (Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang, 2015). Minimnya tenaga penyuluh pertanian serta tidak didukungnya fasilitas yang memadai, insentif kurang, karir tidak jelas, dan dukungan pemerintah yang belum optimal menyebabkan kualitas pelayanan penyuluh pertanian bagi petani tidak optimal. Hal ini didukung oleh hasil observasi dan wawancara awal yang dilakukan oleh peneliti di lokasi penelitian menunjukkan bahwa penyuluh jarang melakukan kunjungan di kelompok tani, meteri dan metode yang di pakai oleh penyuluh kurang sesuai dengan kebutuhan yang ada serta tingkat produktivitas petani yang rendah. Dengan kondisi seperti ini diartikan bahwa penyuluh gagal dalam memberi kepuasan kepada petani. Sehingga sebagian besar petani mengeluhkan peran para penyuluh pertanian di BPK Fatuleu Tengah. Sementara di sisi lain, petani sangat membutuhkan penyuluh untuk bersosialisasi, berdiskusi, dan juga berkolaborasi dalam bertani, baik dari segi teknologi, informasi, dan kegiatan budidaya tanaman.

Dari uraian di atas maka, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan topik “Tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluh petanian di Kecamatan Fatuleu Tengah” dengan fokus kajian pelayanan penyuluh pertanian dari sudut pandang kepuasan petani.

TUJUAN PENELITIAN

  1. Menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap kualitas layanan penyuluh petani di Kecamatan Fatuleu Tengah.
  2. Menganalisa keterkaitan antara karakterisitk petani dengan tingkat kepuasan petani terhadap kualitas layanan penyuluh pertanian di Kecamatan Fatuleu Tengah. 

METODE PENELITIAN

Populasi penelitian yaitu seluruh kepala keluarga tani yang tergabung didalam kelompok tani binaan Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang. Pemilihan sampel dalam penelitian ini, penulis mengunakan teknik multi-stage random sampling (pemilihan sampel secara acak berjenjang).

Pemilihan desa sampel dengan cara purposive (sengaja) berdasarkan jumlah desa yang ada di Kecamatan Fatuleu Tengah adalah 4 desa, namun dalam penentuan sampel desa dilakukan di 2 desa terdekat dengan di pertimbangan jumlah kelompok tani dan kendala akses ke lokasi penelitian, dari keempat desa yaitu Desa Oelbiteno, Desa Nunsaen, Desa Nunbaun, dan Desa Passi dipilih dua desa yaitu Desa Oelbiteno dan Desa Nunsaen. Pemilihan kelompok tani sampel dilakukan secara acak, dangan jumlah kelompok tani ditentukan dengan dengan menggunakan rumus Slovin (Levis, 2013). 

Metode penelitian yang dilakukan penulis adalah melalui survey, observasi, dan penggunaan kuisoner. Ada pula data-data yang digunakan penulis dalam penelitian ini yakni data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara atau pengisian kuisioner oleh responden, sedangkan data sekunder di peroleh dari data instansi seperti BP4K, BPK, Kantor Camat, Kantor Desa, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan petani terhadap kualitas pelayanan penyuluh pertanian dan karakteristik petani.

Teknik analisis dalam menganalisis kepuasan petani terhadap kualitas layanan penyuluh pertanian antara lain:

Penelitian ini menggunakan teknik statistik deskriptif di mana dalam teknik anasisi ini tingkat kepuasan petani terhadap kualitas pelayanan dianalisis dengan bantuan Skala Likert dengan lima tingkat atau gradasi. Masing-masing indikator kepuasan petani diberikan pernyataan dan setiap pernyataan di sediakan pilihan jawaban dengan nilai-nilai. Skala Likert lima gradasi atau tingkatan yaitu sangat puas (SP) dengan skor 5, puas (P) dengan skor 4, cukup puas (CP) dengan
skor 3, kurang puas (KP) dengan skor 2, dan sangat tidak puas (STP) dengan skor 1 (Sugiyono, 2010).

Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik petani dengan kualitas layanan penyuluh digunakan analisis Rumus Korelasi Rank Spearman (Siegal, 1999). Hipotesis yang akan diuji yaitu : Jika Ho : Rs = 0 berarti tidak terdapat hubungan antara karakteristik petani dengan kualitas pelayanan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan, sedangkan jika HI : Rs ≠ 0 berarti terdapat hubunganantara karakteristik petani dengan kualitas pelayanan.

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil analisis, tingkat kepuasan petani terhadap kualitas layanan penyuluh pertanian di Kecamatan Fatuleu Tengah berada pada kategori kurang puas dengan rata-rata kisaran skor 2,2. Hal ini didukung dengan hasil observasi dan juga hasil wawancara mendalam terhadap beberapa responden, dalam kegiatan observasi penulis menemukan beberapa produk pembibitan pertanian yang rusak akibat tidak didistribusikan kepada petani. Produk ini merupakan sumbangan pemerintah untuk petani. Dan juga ditemukan banyak sekali kelompok-kelompok tani yang tidak aktif, namun kelompok tani ini bisa saja aktif apabila ada program pemerintah yang baru dan juga sumbangan-sumbangan untuk kelompok tani.

Hal demikian dapat diartikan bahwa peranan penyuluh sangat minim dan sama sekali tidak ada ini akan bertolak belakang dengan tujuan utama dari penyuluhan yang di kemukakan oleh (Kartasapoetra, 1994) adalah penyuluh mempengaruhi para petani dan keluarganya agar berubah perilakunya, yang akan menyebabkan perbaikan mutu hidup dari para keluarga tani. Jadi perubahan perilaku itu dapat terjadi dalam 3 (tiga) bentuk yaitu: 1) bertambahnya perbendaharaan informasi yang berguna bagi petani; 2) tumbuhnya keterampilan, kemampuan dan kebiasaan baru yang bertambah baik; 3) timbulnya sikap mental dan motivasi yang lebih kuat sesuai yang dikehendaki. Adapula hasil yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan responden juga penulis memperoleh beberapa masalah yang sangat serius, responden mengeluh dan juga kecewa karena mereka sendiri tidak tau dan juga tidak perna melihat dan mengenal siapa penyuluh yang akan mendampingi mereka. Hal ini menjadi perhatian besar karena peran penyuluh terhadap kebutuhan petani sangat rendah.

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik responden dengan tingkat kepuasan terhadap kualitas layanan penyuluh, karena rata-rata nilai signifikan > nilai α 0,05.

Berdasarkan hasil penelitian ini maka  pemerintah perlu melihat kembali dan harus melakukan tindakan atau kebijakan yang terbaik untuk mengatasi masalah yang terjadi pada masyarkat kecamatan Fatuleu Tengah. Terutama instansi terkait karena komoditas tanaman yang dikembangkan oleh petani sangat baik. Para penyuluh pertanian juga harus lebik pekah terhadap kebutuhankebutuhan petani. Perlu adanya pengawasan terhadap program yang dijalankan sehingga benar-benar tepat sasaran. Bagi peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian yang lebih khusus lagi karena Kecamatan Fatuleu Tengah memiliki banyak potensi, penelitian yang di lakukan ini petama, sehingga masih banyak mengalami kekurangan dan membutuhkan penyempurnaan.

 ----- Selangkapnya dapat dibaca di Perpustakaan -----

1Penulis lahir di Lamanuna, Desa Dulir, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata pada tanggal 23 Desember 1989. Penulis memulai studi sekolah tingkat dasarnya pada Sekolah Dasar Katolik (SDK) Lamanuna pada tahun 1996 dan selesai tahun 2002, kemudian melanjutkan sekolah tingkat pertama padaSMP Swasta DiakuiTanjung Kelapa Lerek, yang kini menjadi SMPN 2 (dua) Atadei, Kabupaten Lembatadan selesai pada tahun 2005, dan kemudian Penulis melanjutkan sekolah tingkat menengah atas padapada tahun 2006 di Sekolah Pembangunan Pertanian Daerah (SPPD) Lembatadan selesai pada tahun 2009. Pada Bulan Agustus 2009 Penulis diterima sebagai mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang pada Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering Program Studi PenyuluhanPertanian Lahan Kering.