PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA INFORMASI INTERNET TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI WILAYAH BP3K NAIBONAT KECAMATAN KUPANG TIMUR

Effect of the Internet Utilization as Information Media to the Performance of Agricultural Extensionist at BP3K Naibonat in East Kupang District

FADLIN YUNUS1   SIVIARDUS MARJAYA2   WELLY Y. PELLO2

Hasil Penelitian Tugas Akhir Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering politeknik Pertanian Negeri Kupang 2016

1Mahasiswa Tugas Akhir   2Pembimbing Tugas Akhir


INTISARI.Media komunikasi menjadi penting dalam mengakses informasi-informasi pembangunan khususnya dalam bidang pertanian. Media internet merupakan salah satu bentuk teknologi informasi dan komunikasi yang dapat dimanfaatkan pelaku pembangunan pertanian, termasuk penyuluh sebagai diseminator informasi dan inovasi pertanian. Kemajuan internet berpotensi menjadi peluang yang besar bagi para pelaku pembangunan pertanian termasuk penyuluh untuk mengakses informasi yang dibutuhkan sebagai penunjang kinerja penyuluh. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pemanfaatan media informasi internet oleh penyuluh pertanian di BP3K Naibonat dan hubungan antara pemanfaatan media informasi internet terhadap kinerja penyuluh pertanian di BP3K Naibonat. Populasi dalam penelitian adalah penyuluh pertanian di BP3K Naibonat yang terdiri dari 11 orang penyuluh. Analisis data  menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, data yang di analisis bersumber jawaban responden terhadap pertanyaan kuisioner penelitian yang diberikan kepada responden. Selanjutnya data di analisis menggunakan rumus analisis Rank Sperman, dengan bantuan SPSS 16,0 for windows. Hasil analisis indikator diperoleh tingkat kinerja penyuluh di BP3K Naibonat tergolong dalam kategori sedang sedangkan pemanfaatan media informasi internet oleh penyuluh pertanian di BP3K Naibonat tergolong dalam kategori

sedang serta hasil analisis hubungan menunjukkan website yang diakses dan penyebaran informasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja penyuluh.sedangkan indikator-indikator lainnya yang tidak signifikan dengan kinerja penyuluh yaitu  Indikator durasi, frekuensi, dan tempat akses informasi.

Kata Kunci: media, informasi, internet, kinerja, penyuluhan

ABSTRACT. Media of communication is important in accessing information related to development in agriculture, one of which is the internet media. This media represents one of information and communication technology that can be utilized by agricultural-developmental actors, including extension workers who act as information disseminators and agricultural innovators. The development of the internet nowadays may provide a great opportunity for agricultural extensionists to access the information needed to support their performance. The study was to find out the level of internet utilization as information media by agricultural extensionist in BP3K Naibonat and to identify the relationship between the media utilization and the performance of agricultural extensionist in BP3K Naibonat. The population as well as the sample was 11-agricultural extensionist in BP3K Naibonat. Data were analyzed using descriptive-qualitative statistics, according to respondent's answer in questionnaire. Analysis of data was processed using software SPSS 16.0 for windows. The results presented that the performance and the utilization of the internet as information media by agricultural extensionist in BP3K Naibonat was moderate (normal). The performance was significantly related to websites accessed and disseminating information. Whereas, the duration, frequency, and location to access information were not significant.

Keywords: media, information, internet, extension, performance


PENDAHULUAN

Media komunikasi menjadi penting dalam mengakses informasi-informasi pembangunan. Dampaknya adalah perlu adanya praktek pemanfaatan teknologi komunikasi yang dapat mendukung penyebarluasan informasi-informasi pembangunan. Media internet merupakan salah satu bentuk teknologi informasi dan komunikasi yang dapat dimanfaatkan pelaku pembangunan pertanian, termasuk penyuluh sebagai diseminator informasi dan inovasi pertanian. Pemanfaatan internet dalam pembangunan pertanian memerlukan kompetensi dari pengguna teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Sehubung dengan hal tersebut, semakin menguatkan bahwa internet memegang peranan sebagai teknologi kunci. Kemajuan internet berpotensi menjadi peluang yang besar bagi para pelaku pembangunan pertanian termasuk penyuluh untuk mengakses informasi yang dibutuhkannya.

Mengacu pada gambaran di atas, BP3K Naibonat merupakan salah satu Balai Penyuluhan Pertanian Peternakan dan Kehutanan yang ada di Kecamatan Kupang Timur. BP3K Naibonat mempunyai letak yang sangat strategis dalam mengakses informasi dari internet karena keberadaanya yang dekat dengan pusat kota. Selain itu, BP3K Naibonat sebagai balai penyuluhan juga dituntut untuk dapat meningkatkan sumber daya manusia, khususnya penyuluh. Banyaknya permasalahan yang timbul di petani, mengharuskan penyuluh untuk dapat menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi. Salah satu cara dalam menjawab tuntutan tersebut adalah penyuluh harus dapat mengakses informas-informasi dari luar, seperti dengan menggunakan internet. Selain itu, keberadaan BP3K yang dekat dengan BP4K Kabupaten Kupang sangat memungkinkan untuk dapat bersinergi dalam mengakses informasi-informasi pertanian, sehingga dapat mendiseminasikan informasi-informasi dan teknologi secara merata.

BP3K Naibonat memiliki 11 orang tenaga kerja penyuluh. Adapun wilayah kerja BP3K Naibonat terdiri dari 13 wilayah kerja penyuluh pertanian yaitu: Kelurahan Naibonat, Kelurahan Tuatuka, Kelurahan Oesao, Kelurahan Babau, Kelurahan Merdeka, Desa tanah Putih, Desa Tuapukan, Desa Oefafi, Desa Oesao, Desa Oelatimo, Desa Pukdale, Desa Nunkurus dan Desa Manusak. Bidang kerja BP3K ini meliputi bidang penyuluhan pertanian yang terdiri dari Koordinator BP3K, Tata Administrasi dan 10 anggota penyuluh, dengan latar belakang pendidikan yang berbeda yaitu tamatan Pertanian 8 orang dan tamatan peternakan 3 orang. Penyuluh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di BP3K Naibonat berjumlah 5 orang sedangkan Tenaga Harian Lepas (THL) berjumlah 6 orang. Adapun jumlah kelompok tani yang ada di BP3K Naibonat yaitu sebanyak 116 kelompok tani dan 8 Gapoktan (Rencana Kerja, 2015). Berdasarkan uraian di atas maka penelitian tentang "Pengaruh Pemanfaatan Media Informasi Internet terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Wilayah BP3K Naibonat Kecamatan Kupang Timur" dilakukan. 

TUJUAN PENELITIAN

  1. Kinerja penyuluh pertanian di BP3K Naibonat
  2. Hubungan antara pemanfaatan media informasi internet terhadap kinerja penyuluh pertanian di BP3K Naibonat.

METODE PENELITIAN

Variabel yang diukur dalam penelitian ini, yakni variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas adalah pemanfaatan media informasi internet. Sedangkan Variabel terikat  kinerja penyuluh. Pemanfaatan media informasi internet, meliputi durasi penggunaan internet selama 1 bulan,  frekuensi penggunaan internet selama 1 bulan, website yang diakses, penyebaran informasi yang diakses, dan tempat akses informasi. Sedangkan, kinerja penyuluh diukur melalui indicator persiapan penyuluhan pertanian, pelaksanaan penyuluhan pertanian, serta evaluasi dan pelaporan.

Populasi yang menjadi objek penelitian yaitu  seluruh penyuluh pertanian yang ada di Kantor BP3K Naibonat. Oleh karena ukuran populasi kecil maka populasi sekaligus menjadi sampel, yakni seluruh individu penyuluh pertanian yang menggunakan media internet dan bertugas pada wilayah kerja BP3K Naibonat sebanyak 11 orang.

Pengumpulan data dalam penelitian ini  menggunakan  kuesioner, yaitu sejumlah pertanyaan tertutup dan terbuka untuk mengukur peubah penelitian yang ditujukan bagi responden dan wawancara, yaitu melakukan tanya jawab lisan secara langsung dengan responden penelitian untuk mengumpulkan data dan informasi yang mendalam.

Kinerja penyuluh pertanian dianalisis menggunakan teknik skoring menurut Umar (1999) dengan acuan kategori seperti pada Tabel 1. Hubungan atau pengaruh pemanfaatan media internet terhadap kinerja penyuluh dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman, dengan kriteria pengujian, yait:

Tingkat signifikasi  hubungan antara variabel yang diuji, ditentukan menggunakan nilai probabilitas (P) atau nilai signifikansi hasil analisis menggunakan program SPSS versi 16 dibandingkan dengan taraf nyata yang digunakan (α = 0,05), dengan kaidah keputusan dalam penarikan kesimpulan:

HASIL PENELITIAN

Tabel HasilLit Fadly YunusHasil analisis data (Tabel 2) menunjukkan bahwa rerata skor pemanfaatan media informasi internet yaitu 3,09. Jika dibandingkan dengan  acuan kategori pada Tabel 1 maka pemanfaatan media informasi internet berada pada kisaran 2,61 – 3,40. Artinya bahwa pemanfaatan media informasi internet di BP3K Naibonat tergolong dalam kategori sedang (normal). Hal ini dibuktikan dengan durasi penggunaan internet oleh penyuluh di BP3K Naibonat sekitar 13- 18 jam/bulan dan frekuensi penggunaan internet 7 - 12 kali/bulan. Selain itu, website yang diakses oleh penyuluh lebih banyak ke website milik Deptan dan Litbang dengan penyebaran informasi diutamakan kepada petani dan sesama penyuluh. Adapun tempat akses informasi yaitu di rumah, kantor, dan/atau warnet, tergantung ketersediaan jaringan dan kecepatan akses internet. 

Kinerja penyuluh diukur melalui indikator persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan, serta evaluasi dan pelaporan. Hasil analisis data (Tabel 3) menginformasikan bahwa rerata skor kinerja penyuluh yaitu 3,31. Jika nilai ini dibandingkan dengan acuan kategori pada Tabel 1 maka kinerja penyuluh berada pada kisaran 2,61 – 3,40. Artinya bahwa tingkat kinerja penyuluh yang ada di BP3K Naibonat tergolong dalam kategori sedang (normal).

Hasil wawancara dan pengamatan menunjukkan bahwa kinerja penyuluh di BP3K Naibonat tergolong cukup baik. Hal tersebut didukung dengan kontribusi penyuluh dalam memajukan pertanian dan meningkatkan taraf hidup petani yang ada di Kecamatan Kupang Timur sangat besar. Kontribusi penyuluh tersebut dapat dibutikan dengan adanya sekolah lapang, pelatihan bagi petani, bantuan alat pertanian, serta membangun kerja sama dengan pihak-pihak lain. 

Berdasarkan hasil analisis korelasi rank Spearman (Tabel 4),  terdapat hubungan signifikan antara pemanfaatan media informasi internet dengan kinerja penyuluh yaitu pada indikator penyebaran informasi dan website yang diakses (p < 0,05).  Sedangkan,  indikator  durasi, frekuensi, dan tempat akses informasi tidak signifikan (p > 0,05). Hasil ini dijelaskan sebagai berikut.

Penggunaan website yang tepat dan terpercaya sangat membantu penyuluh dalam memperoleh informasi yang berkualitas sehingga dapat dijadikan referensi dalam mendukung tugasnya dalam mengembangkan pertanian.  Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, website yang sering dikunjungi penyuluh dalam mengakses informasi yaitu Deptan dan Litbang. Hal ini, bukan hanya karena tugas dan fungsi penyuluh dalam mengembangkan pertanian, seperti mencari informasi mengenai teknik budidaya, penanganan pasca panen,  penanganan hama, serta informasi lainya, tetapi juga karena website Deptan dan Litbang adalah website  resmi Departemen Pertanian dan Balai Pengkajian dan Penelitian dimana informasi yang disampaikan dapat dipercaya dan bisa dijadikan referensi baik dalam penyuluhan maupun dalam pendampingan kelompok.. Penggunaan website yang tepat sangat mempengaruhi atau meningkatkan kinerja penyuluh karena website yang diakses menyajikan informasi-informasi yang berkualitas sehingga,dapat menjadi acuan atau refrensi dalam penyusunan materi penyuluhan. 

Penyebaran informasi yang dilakukan oleh penyuluh kepada petani maupun penyuluh lain akan mempengaruhi kinerja dari penyuluh itu sendiri. Semakin banyak penyebaran informasi yang dilakukan penyuluh maka semakin meningkat pula kinerja penyuluh. Dari hasil wawancara dan pengamatan, penyuluh menggunakan internet untuk mencari informasi- informasi yang sesuai dengan kebutuhan petani seperti teknik budidaya dan teknologi-teknologi pengembangan pertanian, terutama untuk disebarkan ke petani daripada ke sesama penyuluh. Dengan demikian, penggunaan internet  untuk mendapatkan informasi dan menyebarkan ke petani sesuai kebutuhan baik petani ataupun penyuluh itu sendiri akan meningkatkan kinerjanya sebagai penyuluh.

Lama atau durasi penggunaan internet memberikan hal yang positif terhadap penyuluh itu sendiri tetapi tidak akan mempengaruhi kinerja penyuluh. Lama penggunaan internet dipengaruhi oleh informasi yang dicari dan ketersediaan informasi tersebut. Dari hasil wawancara dan pengamatan yang dilakukan, penyuluh lebih banyak menghabiskan waktu bersama petani atau  dengan penyuluh lain dari pada menghabiskan waktu dengan mengakses internet lebih lama. Hampir keseluruhan penyuluh menggunakan internet dalam tempo yang relatif singkat, dengan rata-rata 13-18 jam/bulan.

Frekuensi penggunaan internet merupakan seberapa kali penyuluh menggunakan internet dalam kurun waktu tertentu. Frekuensi penggunaan internet berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Artinya seberapa kali pun penyuluh menggunakan internet akan mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan penyuluh itu sendiri tetapi tidak akan menambah kinerja dari penyuluh itu sendiri. Hal ini dikarenakan kinerja penyuluh dilihat dari hasil kerja yang nyata terhadap penyuluhan. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, penyuluh menggunakan internet pada saat yang tidak bersamaan dengan pendampingan kelompok. Penyuluh lebih sering menggunakan internet ketika pada saat santai atau menggunakan waktu senggang untuk mengakses internet. Rata-rata frekuensi penggunaan internet oleh penyuluh yang berada di BP3K Naibonat sebanyak 7 – 12 kali/bulan.  Kurangnya akses internet pada penyuluh yang berada di BP3K Naibonat dikarenakan penyuluh menyesuaikan motif penggunaan internet dengan kebutuhan akan informasi yang dimiliki. Semakin sulit informasi yang dibutuhkan maka penyuluh akan menggunakan internet sebagai alternatif dalam memecahkan permasalahan tersebut.

Tempat akses informasi merupakan tempat di mana penyuluh mengakses internet untuk mencari informasi-informasi yang diperlukan. Tempat akses internet memberikan hal yang positif terhadap penyuluh tetapi tidak memberikan dampak yang nyata terhadap kinerja dari penyuluh itu sendiri.  Hal ini dikarenakan tempat akses internet hanyalah sebagai wadah atau tempat untuk dapat berkoneksi dengan internet.  Berdasarkan hasil wawancara, tempat akses internet yang sangat sering digunakan untuk mengakses internet  yaitu pada saat di rumah. Pemilihan tempat akses informasi juga sangat dipengaruhi oleh jangkauan tempat akses dan ketersediaan jaringan tempat akses. Penyuluh dengan jangkauan tempat akses yang jauh  dan ketersediaan jaringan yang buruk akan sedikit dalam mengakses internet jika dibandingkan dengan penyuluh yang jangkauan tempat aksesnya dekat. Semakin baik jangkauan tempat akses dan ketersediaan jaringan maka semakin baik pula penyuluh dalam mengkases internet. Penyuluh yang memiliki jaringan wifi tersendiri di rumah, tingkat penggunaan internetnya sangat tinggi. Sebaliknya, penyuluh dengan jangkauan tempat akses yang jauh serta minimnya jaringan internet, tingkat penggunaan internetnya rendah. Dari 11 orang penyuluh yang berada di BP3K Naibonat, terdapat 3 orang penyuluh yang memiliki jaringan wifi tersendiri di rumah dan sisanya  mengakses internet menggunakan HandPone Android dan  warnet-warnet terdekat.

Berdasarkan hasil penelitian ini maka untuk meningkatkan kompetensi penyuluh yang berdaya saing tinggi, ketersediaaan sarana dan prasarana yang mendukung dalam pengembangan pertanian seperti penambahan komputer dan sistem jaringan internet diperlukan. Selain itu, perlu penelitian lebih lanjut mengenai website yang di akses dan penyebaran informasi pada pemanfaatan media informasi internet.

  ----- Selengkapnya dapat dibaca di Perpustakaan -----

1Penulis dilahirkan di Tonggo Kabupaten Nagekeo pada Tanggal 17 Oktober 1992. Pada tahun ajaran 1999/2000 Penulis masuk ke SDN Ndetunura, dan lulus pada tahun 2005. Pada tahun yang sama Penulis melanjutkan ke MTS Nurussa’adah Maropokot  dan tamat pada tahun 2008. Pada tahun yang sama  penulis  melanjutkan ke MAN Ende  dan tamat  pada tahun 2011. Pada tahun 2012 Penulis menempuh pelajaran pertama di Perguruan Tinggi Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Jurusan dan Program Studi yang dipilih Penulis adalah Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) dan Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering (PPLK). Semasa kuliah Penulis aktif di bidang organisasi, baik organisasi internal kampus maupun organisasi eksternal. Jabatan tertinggi yang pernah penulis raih yaitu  menjadi Ketua Umum Forum Mahasisa Islam Politeknik Pertanian Negeri Kupang periode 2014–2015 dan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kupang Komisariat Ipertatek periode 2016-2017.