Copyright 2021 - Custom text here

KAJIAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN PADA BALAI PENYULUHAN KECAMATAN MAUPONGGO KABUPATEN NAGEKEO

Study on Factors Affecting the Performance of Agricultural Extensionist in the Center Agricultural Extension of Mauponggo District-Nagekeo Regency

ANGELINA MBUPU1   KRISTOFORUS LABA2   YOPY IMNUEL ISMAEL2

Hasil Penelitian Tugas Akhir Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering politeknik Pertanian Negeri Kupang 2016

1Mahasiswa Tugas Akhir   2Pembimbing Tugas Akhir


INTISARI.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian kinerja penyuluh pertanian dan mengkaji faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan  capaian kinerja penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo.  Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu  data primer (observasi, wawancara, kuisioner, kepustakaan dan data sekunder berupa dokumentasi. Hasil analisis skoring terhadap capaian kinerja  penyuluh pertanian berdasarkan indikator persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan, evaluasi dan pelaporan diketahui nilai intervalnya 4,21 yang  tergolong dalam kategori tinggi.  Capaian kinerja penyuluh yang tinggi ini didukung oleh faktor internal dan eksternal. Hasil analisis korelasi rank spearman antara faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan capaian kinerja penyuluh pertanian menunjukkan bahwa, status penyuluh (rs = -0.526*; P < 0.05) dan aksesibilitas (rs = 0.616*; P < 0.05) memiliki hubungan yang nyata terhadap capaian kinerja penyuluh, sedangkan luas wilayah kerja penyuluh (rs = 0.158; P > 0.05), jumlah kelompok tani binaan (rs = -0.248; P > 0.05), jumlah anggota kelompok tani binaan (rs = -0.265; P > 0.05), masa kerja penyuluh pertanian  (rs = 0.302; P > 0.05), ketersediaan saran dan prasarana (rs= 0.182; P > 0.05) memiliki hubungan tetapi tidak nyata dengan capaian kinerja penyuluh pertanian pada Balai Penyuluhan Kecamatan

Mauponggo.

Kata kunci: Kinerja Penyuluh Pertanian, Faktor Internal dan Eksternal

ABSTRACT. This study aims to determine the gains of agricultural extension and examines what factors are associated with the gains of agricultural extension at the District Education Center Mauponggo Nagekeo District . Data collection methods used in this study, primary  data (observations, interviews, questionnaires, literature and secondary data in the form of documentation . The results of the analysis of scoring against the gains of agriculture extension based on indicators of preparation counseling , implementation of counseling , evaluation and reporting of the known value of the intervals 4 , 21 were classified in the high category. Achievement of high performance extension is supported by internal and external factors . Spearman rank correlation analysis between internal and external factors related to the gains of agricultural extension indicates that extension status ( rs = -0526 * ; P <0.05) and accessibility ( rs = 0616 * ; P <0.05) has a real connection to the performance educator performance , while extension work area ( rs = 0158 ; P > 0.05 ) , the number of target farmer groups ( rs = -0248 ; P > 0.05 ) , the number of members of the target farmer groups ( rs = -0265 ; P > 0.05 ) , agricultural extension work period ( rs = 0302 ; P > 0.05 ) , the availability of facilities and infrastructure ( rs = 0182 ; P > 0.05 ) but no real relationship with the gains of agricultural extension at the District Education Center Mauponggo .

Keywords: Perfomance agricultural extension, Factor Internal and External 


PENDAHULUAN

SDM aparat pertanian yang berhubungan dengan pembangunan sektor pertanian adalah penyuluh pertanian. Undang-Undang No. 16/2006 menegaskan bahwa penyuluh pertanian adalah perorangan, Warga Negara Indonesia (WNI) dapat berupa PNS, penyuluh swasta dan penyuluh swadaya, selanjutnya PERMENPAN No. 2/2008 menegaskan bahwa penyuluh pertanian adalah jabatan fungsional yang memiliki ruang lingkup tugas, tanggung jawab, wewenang penyuluhan pertanian yang diduduki oleh penyuluh PNS  yang diberi hak serta kewajiban secara penuh oleh pejabat yang berwewenang pada instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah. Tugas pokok penyuluh pertanian adalah menyuluh, selanjutnya dalam  melakukan penyuluhan dapat dibagi menjadi menyiapkan, melaksanakan,  mengembangkan serta  mengevaluasi dan melaporkan kegiatan penyuluhan.

Keberhasilan penyuluhan pertanian pada Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Mauponggo, tidak hanya semata-mata tergantung pada teknis penyuluh pertaniannya saja, tetapi juga merupakan gabungan dari seluruh aspek mulai dari pelaksanaan tupoksi penyuluh pertanian, kelembagaan, metode penyuluhan pertanian yang digunakan dan juga kondisi kelompok tani. Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Mauponggo merupakan salah satu balai penyuluhan yang ada di Kecamatan Mauponggo  Kabupaten Nagekeo dengan jumlah  ketenagaan  penyuluh  sebanyak 15 orang penyuluh pendamping lapang (PPL) yang terdiri dari 10 orang PPL PNS dan 5 orang PPL Tenaga Harian  Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP)  dengan  jumlah wilayah kerja penyuluh pertanian  (WKPP) sebanyak  21 WKPP. Data tersebut menunjukkan  bahwa, jumlah tenaga penyuluh pertanian BPK Mauponggo belum memenuhi persyaratan penempatan penyuluh satu desa satu  penyuluh sesuai dengan kebijakan Departemen Pertanian,  sehingga ini memungkinkan kinerja penyuluh relatif belum optimal. Disamping itu  juga, kondisi kelembagaan petani yang belum tertata dengan baik.

Setelah berlakunya Undang-Undang SP3K Nomor 16 Tahun 2006 dan berdasarkan kebijakan Depertemen Pertanian satu desa satu penyuluh, maka perlunya dilakukan penelitian mengenai “Kinerja Penyuluh Pertanian serta Mengkaji Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian pada Balai Penyuluhan Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo”

TUJUAN PENELITIAN

  1. Mengetahui capaian kinerja penyuluh pada Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Mauponggo.
  2. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan capaian kinerja penyuluh pertanian.

METODE PENELITIAN

Variabel yang diukur dalam penelitian ini, yakni Variabel bebas (X) adalah faktor internal (masa kerja penyuluh, status penyuluh, luas wilayah kerja, jumlah anggota kelompok tani binaan, jumlah kelompok tani binaan) dan faktor eksternal (ketersediaan sarana dan prasarana, aksesibilitas) sedangkan variabel terikat  (Y) adalah kinerja penyuluh terdiri dari indikator persiapan penyuluhan pertanian, pelaksanaan penyuluhan pertanian, evaluasi dan pelaporan. 

Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah semua Penyuluh Pertanian  pada Balai penyuluhan Kecamatan Mauponggo, karena populasi yang jumlahnya relatif kecil, penentuan sampel menggunakan sensus, yaitu semua anggota populasi yang digunakan sebagai sampel, yaitu sebanyak 15 orang  penyuluh pertanian.  

Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner, yaitu teknik pengumpulan data dengan daftar pertanyaan tertulis yang dibagikan kepada penyuluh untuk memperoleh informasi lengkap mengenai identitas responden serta melakukan evaluasi terhadap kinerja penyuluh pada BPK Mauponggo dan wawancara, digunakan peneliti untuk melengkapi data dari responden yang belum termuat dalam kuisioner. Intsrumen yang digunakan berupa pedoman atau panduan wawancara.

Tabel HasilLit Angelina MbupuAnalisis capaian kinerja penyuluh menggunakan rumus skoring menurut Umar (2013), dengan acuan kategori seperti pada Tabel 1. Analisis  hubungan antara kinerja penyuluh dengan faktor internal dan eksternal penyuluh, menggunakan rumus Korelasi Rank Spearman (Siegal, 1997). 

Data diolah menggunakan program analisis statistik  SPSS v.16, dengan kriteria pengujian hipotesis:

H0: rs = 0 → Tidak terdapat hubungan antara faktor internal dan eksternal  terhadap capaian  kinerja penyuluh

H1: rs ≠ 0 → Terdapat hubungan antara faktor internal dan ekternal terhadap capaian kinerja penyuluh

Tingkat signifikasi  hubungan antara variabel yang diuji, ditentukan menggunakan nilai probabilitas (P) atau nilai signifikansi hasil analisis menggunakan program SPSS versi 16 dibandingkan dengan taraf nyata (α) = 0,05, dengan kaidah keputusan dalam penarikan kesimpulan: 

Jika nilai probabilitas (P)  < 0,05 → signifikan (*) dan

Jika nilai probabilitas (P)  > 0,05 → tidak signifikan

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian kinerja penyuluh pada indikator persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan, evaluasi dan pelaporan diperoleh nilai rerata skor variabel kinerja penyuluh yaitu 4,21 (Tabel2). Jika dibandingkan dengan acuan kategori pada Tabel 1 maka rerata nilai capaian kinerja penyuluh berada pada kisaran 4,20-5,00 artinya bahwa capaian kinerja penyuluh pada BPK Mauponggo tergolong sangat tinggi. Dikatakan kinerja penyuluh yang tergolong tinggi, sebagaimana ini diukur  berdasarkan indikator persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan, evaluasi dan pelaporan.

Hasil analisis korelasi rank spearman (Tabel 3) menunjukkan bahwa  faktor internal dan eksternal  antara aksesibilitas dan status penyuluh memiliki hubungan yang signifikan terhadap capaian kinerja penyuluh karena nilai  P-value < 0.05. Sedangkan  masa kerja penyuluh, ketersediaan sarana dan prasarana,  luas wilayah kerja penyuluh, jumlah kelompok tani binaan, jumlah anggota binaan memiliki hubungan  tetapi tidak  signifikan terhadap capaian kinerja penyuluh  karena nilai P-value > 0.05.

Dari hasil penelitian ini maka perlu adanya tindakan yang positif dalam melakukan peningkatan pendidikan, penambahan sarana dan prasarana  yang seimbang sehingga dapat meningkatkan kinerja penyuluh dan perlunya perhatian pemerintah dalam mempertahankan dan meningkatkan kinerja penyuluh dengan menambah kuantitas ketenaagaan penyuluh pada wilayah atau desa-desa yang belum mempunyai penyuluh pendamping.

 ----- Selengkapnya dapat dibaca di Perpustakaan -----

1Penulis lahir di Mauponggo, pada tanggal 23 Februari 1993. Penulis memasuki bangku Sekolah Dasar Katolik Kotagana tahun 2001 dan tamat pada tahun 2006. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan studi ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Maupnggo hingga selesai pada tahun 2009. Tahun yang sama juga penulis melanjutkan studi pada Sekolah Menengah Atas Katolik ST. Clemens Boawae dan berhasil menamatkan sekolah tersebut pada tahun 2012. Pada tahun 2012 penulis melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Politeknik Pertanian Negeri Kupang pada Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering, Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering hingga sampai pada penulisan Tugas Akhir ini. Penulisan Tugas Akhir ini akan diajukan sebagai salah satu syarat 

21 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SELASA
22 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-RABU
23 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-KAMIS
24 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT
27 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SENIN
28 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SELASA
29 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-RABU
30 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-KAMIS
01 Okt 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT