Copyright 2021 - Custom text here

RESPON PETANI DALAM PEMANFAATAN LIMBAH JERAMI PADI SEBAGAI MULSA ORGANIK PADA TANAMAN SAYUR-SAYURAN DI DESA BAUMATA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG

Farmers’ Response in Utilization of Paddy Straw into Organic Mulch on Vegetable Crops in the Baumata Village of Taebenu Sub-District of Kupang District

HIDAYAH USMAN1; DONATUS KANTUR2; M. BASRI2

Hasil Penelitian Tugas Akhir Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering politeknik Pertanian Negeri Kupang 2016

1Mahasiswa Tugas Akhir   2Pembimbing Tugas Akhir


INTISARI. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui repon petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai mulsa organik pada tanaman sayur-sayuran. (2) mengetahui hubungan tingkat pendidikan, umur, dan luas lahan terhadap respon petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai mulsa organik pada tanaman sayur-sayuran. Penelitian dilaksanakan sejak Juni sampai Juli 2016 di Desa Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Responden dalam penelitian ini sebanyak 37 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara berdasarkan kuesioner yang telah disusun. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik skoring dan rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai mulsa organik berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 2,52. Hasil korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, umur, dan luas lahan terhadap respon petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai mulsa organik pada tanaman sayur-sayuran. Kata Kunci: respon, tingkat pendidikan, umur , luas lahan, teknologi mulsa organik.

ABSTRACT.The study aimed to find out farmers' response in the utilization of rice straw as organic mulch on vegetable crops and to know the correlation of education level, age, and land area to the farmer response in the utilization of rice

straw waste as organic mulch on vegetable crops. The study was conducted from June to July 2016 in Baumata Village of Taebenu Sub-district of Kupang District. The samples were as 37 farmers as respondents. Data were obtained using interview technique based on questionnaires prepared. Data collected were analyzed using statistical scoring technique, t-test, and rho-Spearman Correlation. The results showed that the response of farmers in the utilization of rice straw as organic mulch was in the high category with an average score of 2.52. There was no correlation between education level, age, and land area to the farmer's response in the utilization of rice straw as organic mulch on vegetable crop. Keywords: response, education level, age, land area, organic mulch technology.


PENDAHULUAN

Desa Baumata adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Berdasarkan data profil Desa Baumata pada tahun 2014 jumlah penduduk nya sebanyak 2.383 jiwa, yang terdiri dari 1.242 laki-laki dan 1.141 perempuan. Sedangkan jumlah penduduk berdasarkan pekerjaan adalah sebagai berikut Petani 849 orang, Pegawai Negeri Sipil 100 orang, wiraswasta 20 orang, dan lainya 1.414 orang (Profil Desa, 2014).

Lahan persawahan yang ada di Desa Baumata di aliri dari sumber mata air baumata, oleh karena itu banyak petani yang tiap tahun nya menanam tanaman padi sawah 3 kali musim tanam. Pada lahan kering biasanya petani menanam tanaman hortikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan) khususnya di musim kering atau panas. Masyarakat petani sering dihadapkan dengan penguapan yang sangat tinggi. Penguapan yang sangat tinggi ini dapat ditekan dengan memanfaatkan mulsa organik atau mulsa anorganik. Di Desa Baumata mulsa organik sudah sering diterapkan oleh petani yaitu dengan memanfaatkan hasil dari panenan tanaman padi berupa limbah jerami padi yang dimanfaatkan kembali sebagai mulsa organik penutup permukaan tanah pada tanaman yang dibudidayakan.

Dengan memanfaatkan limbah jerami padi sebagai mulsa pada tanaman yang dibudidayakan akan memberikan banyak kentungan seperti, yang telah disebutkan diatas. Untuk itu perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui Respon Petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai mulsa organik pada tanaman sayur-sayuran.

TUJUAN PENELITIAN

Berdasarkan rumusan masalah tersebut ada beberapa tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini:

  1. Untuk mengetahui Respon petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai mulsa organik pada tanaman sayur-sayuran di Desa Baumata.
  2. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, umur, dan luas lahan terhadap respon petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai mulsa organik pada tanaman sayur-sayuran di Desa Baumata.

METODE PENELITIAN

Populasi penelitian ini adalah 60 petani yang tergabung dalam 2 kelompok tani. Di pilih 37 petani yang merupakan anggota dari dua kelompok tani yang sering memanfaatkan limbah jerami padi pada musim kemarau untuk dimanfaatkan kembali sebagai mulsa organik pada tanaman sayur-sayuran sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik wawancara berdasarkan kuesioner yang telah disusun (Silalahi, 2009). Wawancara adalah percakapan yang langsung secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan oleh peneliti sebagai pewawancara dengan responden atau yang diwawancara untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Wawancara dilakukan didasarkan pada kuesioner penelitian.

Tabel hasillit HidayahAnalisis data tingkat respon petani (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) petani menggunakan rumus skoring menurut Umar (1999) sehingga diperoleh acuan kategori seperti pada Tabel 1. Untuk menganalisis apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan, umur, dan luas lahan terhadap repon petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai mulsa organik pada tanaman sayur-sayuran, dilakukan dengan menggunakan analisis statistik non parametrik, yaitu uji korelasi rho-Spearman (rs). Rs adalah ukuran asosiasi dimana kedua variabel (Y dan X) diukur sekurang-kurangnya dalam skala ordinal. Karena peneliti menggunakan sistem skor skala ordinal, maka diputuskan untuk menggunakan uji Korelasi rho-Spearman Siegel (1994 dalam Levis, 2013). Pengujian signifikansi koefisien korelasi menggunakan uji-t. Nilai t-hitung kemudian dibandingkan dengan t-tabel, untuk taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) uji dua pihak dengan dk = n – 2. Jika Jika t hitung ≥ t tabel (α = 0,05) maka Ho ditolak, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan umur terhadap respon petani. Pedoman interpretasi nilai korelasi menggunakan acuan menurut Suprapto (2013), seperti pada Tabel 2.

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian (Tabel 3) menunjukkan bahwa nilai rerata skor semua indikator respon yaitu 2,58. Hasil ini dibandingkan dengan acuan kategori respon pada Tabel 1, diketahui bahwa respon petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai mulsa organik masuk dalam kategori tinggi. Artinya respon petani terhadap teknologi mulsa organik memiliki pengaruh yang baik. Hal ini karena petani mengetahui bagaimana cara memanfaatkan limbah jerami padi sebagai mulsa organik dari sikap petani yang setuju akan pemanfaatkan limbah jerami padi agar tidak dibuang percuma dan digunakan sebagai mulsa organik yang di aplikasikan pada tanaman sayur-sayuran. Hasil ini sejalan dengan penelitian Rouf (2009) terhadap inovasi teknologi budidaya sayur-sayuran sebagai bagian proses pengambilan keputusan dalam mengadopsi inovasi teknologi menyatakan bahwa petani memahami sehingga masuk dalam kategori tinggi pada komponen pemanfaatan limbah jerami padi sebagai mulsa organik.

Hubungan antara tingkat pendidikan, umur, dan luas lahan terhadap respon petani dalam pengunaan mulsa organik masing-masing masuk dalam kategori rendah nilai rerata skor 0,281, 0,287, dan 0,239 (dibandingkan dengan Tabel 2). Hasil uji-t menunjukan hubungan yang tidak signifikan yang artinya Ho diterima yaitu tingkat pendidikan, umur, dan luas lahan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap respon petani dalam pengunaan mulsa organik.

Berdasarkan hasil penelitian ini maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai keterampilan petani dalam pemanfaatan limbah jerami padi sebagai mulsa organik pada tanaman sayur-sayuran dan perlu adanya tambahan kegiatan-kegiatan penyuluhan di Desa Baumata oleh berbagai instansi atau lembaga terkait sehingga dapat meningkatkan keterampilan petani.

----- Selengkapnya dapat dibaca di Perpustakaan ----- 

1Penulis lahir di Kupang pada tanggal 09 Agustus 1995. Tahun 2002 penulis masuk Sekolah Dasar Mis Al-Fitrah Oesapa Kupang dan berijasa pada Tahun 2006. Tahun yang sama penulis melanjutkan studi di SMP Negeri 2 Kupang dan berijasa pada tahun 2009, dan melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 4 Kupang dan berijasa pada Tahun 2012. Penulis diterima sebagai Mahasiswa di Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering, Jurusan Menajemen Pertanian Lahan Kering, Politeknik Pertanian Negeri Kupang pada Tahun 2012. Untuk menyelesaikan studi pada Jurusan Menajemen Pertanian Lahan Kering maka penulis menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul RESPON PETANI DALAM PEMANFAATAN LIMBAH JERAMI PADI SEBAGAI MULSA ORGAIK PADA TANAMAN SAYUR-SAYURAN DI DESA BAUMATA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG”

21 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SELASA
22 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-RABU
23 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-KAMIS
24 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT
27 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SENIN
28 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SELASA
29 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-RABU
30 Sep 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-KAMIS
01 Okt 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT