Copyright 2021 - Custom text here

Silahkan Masuk atau Login mengunakan Akun Website Anda Untuk Mendapatkan Materinya. Jika Belum Silahkan Registrasi. Untuk Mendaftar atau Registrasi Silahkan Klik Tombol Ini Kembali >>>>

PrakPerlintan 1401PENGENALAN PESTISIDA KIMIA DAN SENYAWA SEMIOKIMIA: Modul-14

Kompetensi Dasar

  1. Mengenal beberapa jenis pestisida dan senyawa semiokimia berdasarkan nama dagang, formulasi, dan nama bahan aktifnya, bahaya, penggunaanya pada organisme sasaran dan cara aplikasinya.
  2. Mengetahui atau membandingkan kesesuaian jenis-jenis pestisida tersebut dengan Peraturan Pemerintah tentang Penggunaan Pestisida di Indonesia.

Dasar teori

Istilah pengendalian kimiawi merujuk pada pemakaian pestisida (pest = hama; sida = pembunuh) dan senyawa-senyawa semiokimia (bahan-bahan kimia atau campurannya yang mengandung “pesan” atau “sinyal” komunikasi antar organisme/serangga). Contoh senyawa semiokimia adalah  feromon, kairomon, allomon yang dapat berfungsi sebagai penarik (attractant) maupun pengusir (repellent). 

Pestisida yang beredar di pasaran banyak dan dapat digolongkan menurut beberapa cara. Berdasarkan target sasaran, pestisida digolongkan menjadi fungisida (pembunuh jamur), insektisida  (pembunuh serangga), rodentisida (pembunuh rodensia, termasuk tikus), moluskisida (pembunuh moluska, termasuk bekicot), nematisida (pembunuh nematoda), dan sebagainya. Berdasarkan mode of action-nya, pestisida digolongkan menjadi racun perut (melalui sistem pencernaan), kontak (melalui kulit), dan fumigan (melalui pernapasan). Berdasarkan sifat senyawa kimia penyusunnya, pestisida dibedakan menjadi pestisida anorganik (tidak mengandung unsur karbon), dan organik (mengandung unsur karbon). Pestisida organik dibagi lagi menjadi organik sintetik dan organik alami.

Ada beberapa istilah yang digunakan pada produk pestisida, yaitu bahan aktif, bahan pembantu, dan formulasi. Bahan aktif adalah bahan inti (bahan terpenting) dari pestisida, misalnya  Bacillus thuringiensis, carbaryl, acephate, chlorpyriphos, deltamethrin, dan sebagainya. Bahan aktif ini, dengan bantuan bahan pembantu (misalnya perekat, pengemulsi, dan bahan pelarut) akan  di-formulasi-kan menjadi bentuk yang siap dipasarkan.

Formulasi pestisida dapat berupa EC (Emulsifiable concentrates), WP (Wettable powders), S  (Solution), D (Dust), G (Granules), A (Aerosols), B (Baits), dan sebagainya. Informasi jenis formulasi  pestisida ini biasanya digunakan untuk memilih alat pengaplikasi (aplikator) yang tepat. Misalnya,  insektisida aerosol harus dilarutkan dahulu menggunakan pelarut minyak, sebelum diaplikasikan  menggunakan semprotan bertekanan tinggi yang menghasilkan droplet berukuran sangat halus  (kabut).

Senyawa semiokimia umum digunakan untuk program pemantauan (monitoring populasi hama di lapangan), atau memang untuk menangkap (dan membunuh hama), atau mengusir hama. Minyak citronella (dari tanaman genus Cymbopogon), minyak nimba, dan lavender adalah beberapa contoh senyawa semiokimia yang digunakan sebagai pengusir serangga, sedangkan metil-eugenol (ME) lazim digunakan untuk menarik (memerangkap dan membunuh) beberapa spesies lalat buah.

Setiap pestisida harus diberi pembungkus/wadah dan label, sesuai dengan SK Mentan No. 429/Kpts/Um/9/1973 yang secara umum adalah bahwa setiap pestisida harus terdapat didalam wadah dengan ukuran dan dibuat dari bahan sebagaimana yang ditetapkan dalam pembarian izin. Dengan demikian setiap jenis pestisida yang resmi tempat/wadahnya sudah ditentukan sejak pestisida tersebut didaftarkan. Artinya membuat kemasan baru tidaklah dapat dilakukan oleh sembarang pihak karena alasan peraturan yang berkaitan dengan keamanan dari pestisida tersebut.

Keterangan-keterangan mengenai pestisida dalam bentuk label ditempelkan pada wadah dengan kuat. Seluruh keterangan pada label harus dicantumkan dalam bahasa Indonesia, tanda peringatan harus dicetak dengan jelas, mudah dilihat serta tidak dapat dihapus. Keterangan dalam label terdiri dari antara lain: nama dagang formulasi, nama umum atau nama kimia dan kadar bahan aktif, jenis pestisida, nomor izin pendaftaran dan alamat pemengang izin, kalimat “ BACALAH PETUNJUK PENGGUNAAN”, tanda peringatan bahaya berikut keterangannya, kalimat peringatan dan petunjuk bagi keamanan pemakai, konsumen dll, gejala dini keracunan, petunjuk pertolongan pertama, antidote dan petunjuk perawatan dokter, dan  Penggunaan ( nama jasad sasaran, tanaman, dosis, fitotoksisitas dsb)

Organisasi Praktikum

  1. Mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil (setiap kelompok 3-5 orang, tergantung jumlah mahasiswa).
  2. Tiap-tiap kelompok mengamati jenis-jenis pestisida yang disediakan dosen/teknisi.
  3. Tiap-tiap kelompok mengisi form yang ada dan mendiskusikannya.
  4. Dosen/teknisi membantu dalam melaksanakan praktek ini.

Bahan dan alat

1) Beberapa jenis pestisida:

Curacron 500 EC Basmikus 66 PS Ammate 150 EC Garamoxone 276 SL Saromyl 35 SD DHARMAFUR 3 GR
ProAxis* 15 CS Racumin 0,75 TP Metindo 25 WP Rampage 100 SC Agrept 20 WP Antracol 70 WP
Ampligo 150 ZC Klerat 0,005 BB Florbac FC 1 Petrogenol 800L SCORE 250 EC PROPINEB 80 TC
Confidor 5 WP Roundup 486 SL Validacin  AS Marshal 200 SC Snaildown 250 EC Equation Pro 52 WG
Lannate 40 SP Spontan 400 SL SINOPEST 250 EC  Marshal 5 GR  Marshal 25 DS  Marshal 200 EC

2) Panduan Praktikum, Lembar Kerja, alat tulis menulis

3) Panduan Pasal Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah tentang Pestisida.

4) Gelas kimia dan tabung reaksi

Prosedur Kerja

BAGIAN 1: PENGETAHUAN PESTISIDA

Ambil minimal 5 sampel pestisida. Amati kemasan pesitisida tersebut, lalu tuliskan hal-hal berikut yang tertera pada label Pestisida yang diamati. Catat hasil pengamatan anda pada lembaran kerja yang disediakan.

1. Nama Dagang Pestisida 4. Kode Formulasi 7. Bentuk Adukan Sediaan Jadi
2. Nama Bahan Aktif 5. Jenis Pestisida 8. Dosis atau konsentrasi penggunaan
3. Kandungan Bahan Aktif 6. Bentuk Fisik Pestisida 9. Cara Aplikasi

BAGIAN 2: KECOCOKAN LABEL DENGAN UNDANG-UNDANG

Periksalah ada/tidak kesesuaian hal-hal yang tertera dalam Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah dengan yang tertera pada Label Pestisida, seperti berikut ini. Catat hasil pengamatan anda dalam lembar kerja

Nama dagang formula Petunjuk keamanan Piktogram
Jenis pestisida Gejala keracunan Nomor pendaftaran
Nama dan kadar bahan aktif P3K Nama/alamat/telepon pemegang nomor pendaftaran
Isi/ berat bersih dalam kemasan Perawatan medis Nomor produksi
Peringatan keamanan Petunjuk penyimpanan Petunjuk pemusnahan
Klasifikasi dan simbol bahaya Petunjuk penggunaan  

BAGIAN 3: PENGUJIAN WARNA PESTISIDA

  1. Amati secara langsung warna dari pestisida dan cocokan kesesuaiannya dengan warna yang tertera pada label kemasan.
  2. Catat hasil pengamatan anda pada lembar kerja

BAGIAN 4: PENGUJIAN BENTUK ADUKAN JADI PESTISIDA

Ambil tiga sampel pestisida, dan masing-masing dicampur dengan air dalam tabung reaksi untuk mengetahui bahan adukan jadi yang terbentuk sesuai dengan yang tertera pada label atau tidak. Catat hasil pengamatan anda pada lembar kerja, yaitu: Nama Pestisida, Bentuk Adukan Jadi, Warna Hasil Uji, Warna di Label

Evaluasi

  1. Sebutkan jenis-jenis pestisida sesuai dengan OPT sasarannya !
  2. Jelaskan formulasi pestisida yang dapat diaplikasikan dengan cara disemprot !
  3. Mengapa pestisida kimiawi tidak boleh digunakan secara berlebihan ?
  4. Apa perbedaan antara pestisida kimiawi dan biopestisida ?

Daftar Pustaka

Djojosumarto, P. 2000. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Yogyakarta: Kanisius.
Untung K. 1993. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Novizan. 2002. Petunjuk Pemakaian Pestisida. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Triharso. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Kembali >>>>

29 Okt 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT
01 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SENIN
02 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SELASA
03 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-RABU
04 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-KAMIS
05 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT