Copyright 2021 - Custom text here

Silahkan Masuk atau Login mengunakan Akun Website Anda Untuk Mendapatkan Materinya. Jika belum, silahkan registrasi. Untuk mendaftar atau registrasi Silahkan Klik Tombol Ini Kembali >>>>

PERSAINGAN GULMA DENGAN TANAMAN

Di dalam suatu ekosistem gulma tidak hidup secara tunggal, melainkan hidup bersama-sama dengan tumbuhan lain atau tanaman lain, sehingga untuk mendapatkan cahaya, unsur hara, air, gas dan tempat hidup harus melakuan persaingan. Persaingan akan terjadi bila timbul interaksi antara lebih dari satu tumbuhan. Interaksi adalah peristiwa saling tindak antar tumbuhan tersebut. Persaingan antara gulma dengan tanaman merupakan inter specific competition yaitu persaingan yang terjadi antar spesies yang berbeda dalam satu hamparan tanaman (misalnya jagung dengan kedelai atau jagung dengan gulma).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kompetisi Gulma dengan Tanaman

Kemampuan tanaman untuk bersaing dengan gulma ditentukan oleh:

  1. Species atau jenis gulma. Perbedaan species akan menentukan kemampuan bersaing karena perbedaan system fotosintesis, kondisis perakaran, dan keadaan morfologinya. Species gulma yang tumbuh cepat, berhabitat besar, dan memiliki metabolisme efisien (yaitu tumbuhan berjalur fotosintesis C4, seperti alang-alang, teki, dan bayam duri) akan menjadi gulma yang berbahaya.
  2. Kepadatan gulma. Kepadatan atau kerapatan populasi gulma menentukan persaingan dan makin besar pula penurunan produksi tanaman. Pada musim penghujan kepadatan suatu gulma relative lebih tinggi dibandingkan dengan pada musim kemarau, karena pada musim penghujan air tersedia dalam jumlah yang cukup.
  3. Saat dan lama persaingan. Gulma yang muncul atau berkecambah lebih dahulu atau bersamaan dengan tanaman yang dibudidayakan, berakibat besar terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Persaingan gulma pada awal pertumbuhan akan mengurangi kuantitas hasil, sedangkan persaingan dan gangguan gulma menjelang panen berpengaruh besar terhadap kualitas hasil.
  4. Cara budidaya dan varietas yang ditanam. Perbedaan cara budidaya dan varietas tanaman yang ditanam menentukan besarnya persaingan gulma dengan tanaman.
  5. Serta tingkat kesuburan tanah. Tingkat ketersediaan unsure hara juga akan menentukan besarnya persaingan gulma dengan tanaman.

Bentuk Persaingan Gulma dengan Tanaman

Bentuk persaingan (inter specific competition) gulma dengan tanaman adalah:

  1. Persaingan memperebutkan air. Gulma membutuhkan air hampir 2 kali lipat dari tanaman. Untuk setiap kilogram bahan organik, gulma membutuhkan 330 sampai 1900 liter air. Persaingan memperebutkan air terutama terjadi pada lahan kering atau tegalan.
  2. Persaingan memperebutkan hara. Gulma lebih banyak menyerap unsur hara daripada tanaman. Pada bobot kering yang sama, gulma mengandung kadar nitrogen dua kali lebih banyak dari pada tanaman jagung. Hal ini sesuai denga salah satu sifat gulma, yaitu bersifat rakus.
  3. Persaingan memperebutkan cahaya. Dalam keadaan air dan hara yang cukup, gulma bersaing dengan tanaman memperebutkan cahaya, jika musim hujan atau matahari redup. Tumbuhan yang cepat tumbuh (lebih tinggi) dan tajuknya lebih rimbun akan memperolah caya lebih banyak. Sedangkan, tumbuhan lainnya yang lebih pendek, muda dan kuran tajuknya akan ternaungi oleh tumbuhan terdahulu sehingga pertumbuhannya terhambat. Dengan demikian, penting untuk mengendalikan gulma Cyperaceae dan Gramineae yang berjalur fotosintesi C4 di sekitar rumpun padi yang berjalur fotosintesis C3.

Pengaruh Negatif lain dari Gulma

Selain bersaing memperebutkan air, hara dan cahaya, kehadiran gulma pada suatu lahan pertanian menyebabkan pengaruh negatif, di antaranya adalah:

  1. Menurunkan angka hasil. Timbulnya persaingan dalam pengambilan unsur hara, air, cahaya faktor lainnya menyebabkan tanaman tidak dapat memanfaatkan unsure tersebut secara maksimal, sehingga angkahasilnya mengalami penurunan.
  2. Menurunkan mutu hasil. Bercampurnya biji gulma denga biji tanaman, menyebabkan menurunnya mutu hasil.
  3. Menjadi inang alternatif hama atau patogen. Kehadiran gulma di samping sebagai kompetitor berfungsi pula sebagai inang pengganti (alternatif) bagi suatu hama atau patogen. Misalnya: Eichornia crassipes(enceng gondok) merupakan inang alternatif Rhizoctonia solaniyang menyerang lombok dan tomat; Panicum repens sebagai inang pengganti hama ganjur Pachydiplosis oryzae yang menyerang padi; rumput-rumputan sebagai inang pengganti nematoda Helicotylenchus sp. yang kosmopolitan yang menye­rang kopi, cengkeh, jagung , tembakau, padi, pisang.
  4. Mempersulit pengolahan dan mempertinggi biaya produksi. Adanya gulma pada suatu lahan menyebabkan sulitnya , pengolahan tanah,  di samping menambah biaya ope-rasional pengendaliannya.
  5. Dapat menimbulkan zat beracun dari golongan fenol bagi tumbuhan lainGulma juga mengeluarkan senyawa beracun (allelopathy), contohnya alang-alang (Imperata cylindrica), ke sekitarnya dan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman atau tumbuhan lainnya, yang disebut juga interaksi biokimia. Interaksi biokimia antara tumbuhan dan tanaman antara lain dapat menyebabkan terganggunya perkecambahan biji, kecambah menjadi abnormal, perpanjangan akar terhambat, perubahan susunan sel-sel akar, dan lain-lain.
  6. Mengurangi debit dan kualitas air. Terjadinya evapo-transpirasi lewat gulma air, menyebabkan pengurangan air, bila hal ini terjadi secara besar-besaran akan mengurangi debit air. Di samping itu gulma air dapat menyebabkan turunnya kualitas air menjadi keruh, berbau dan sebagainya.

Kembali >>>>


Referensi & Link terkait:

Informasi OPT OPT Buah Rice Knowledge Bank Managing Insect Pest Weed Photo Gallery Insect Explained
IPM Images BB-Padi Materi Penyuluhan Insects - Mites - Disease Natural Enemies Gallery AgroAltlas: Diseases-Pests-Weeds
OPT Flori Klasifikasi dan Ordo Serangga Biological Control InfoNet: Natural Enemies Pesticide Information Introduction to Insect Anatomy
OPT Sayur Balai Penelitian Tanaman Serealia Pest and Disease management Integrated Pest Management Biological Control Site Plantwise Knowledge Bank
OPT Obat Dirjen Perkebunan Biocontrol: Natural Enemies Agricultural Pests Tutorial General Entomology Aplied Entomology
29 Okt 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT
01 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SENIN
02 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SELASA
03 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-RABU
04 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-KAMIS
05 Nov 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT