Pengamatan Populasi dan Intensitas Kerusakan
Dasar Teori
Serangga menjadi hama apabila mereka bertambah banyak sehingga mengakibatkan kerugian bagi manusia. Dinamika populasi adalah studi tentang kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi perubahan-perubahan yang terjadi dalam populasi untuk kurun waktu tertentu. Apabila spesies hama telah berhasil diidentifikasi maka perlu kita mengelompokan hama menurut statusnya. Pengelompokan hama yang sering digunakan adalah membagi hama menurut kisaran bahaya yang diakibatkannya yaitu sebagai berikut :
- Hama utama merupakan hama yang pada kurun waktu lama selalu menyerang pada suatu daerah dengan intensitas serangan yang berat sehingga memerlukan usaha pangendalian yang besar.
- Hama minor merupakan jenis hama yang kerusakan yang diakibatkannya masih dapat ditoleransi oleh tanaman.
- Hama potensial merupakan sebagian besar jenis serangga herbivora yang saling berkompetisi dalam memperoleh makanan.
- Hama migran adalah hama yang tidak berasal dari agro-ekosistem setempat, tetapi datang dari luar karena sifatnya yang berpindah-pindah.
Pengamatan populasi hama secara garis besar dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu (1) pengamatan populasi mutlak, (2) pengamatan populasi relatif dan (3) pengamatan indeks populasi.
- Populasi mutlak adalah jumlah populasi hama hasil pengamatan yang dinyatakan dalam unit satuan luas, unit habitat yang berupa tanaman, kelompok tanaman ataupun bagian tanaman, misalnya 10 ekor/rumpun. Populasi relatif adalah hasil pengamatan yang dinyatakan dalam unit satuan usaha, misalnya oleh penggunaan jaring serangga dan penggunaan berbagai jenis perangkap, misalnya 25 ekor/10 kali ayunan jaring. Indeks populasi adalah pengamatan yang dilakukan tidak langsung pada individu hamanya, tetapi kepada hasil kegiatan yang dilakukan oleh hama tersebut, misalnya gejala kerusakan dan sarang yang dibuat oleh hama.
Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa mampu mengelompokkan hama berdasarkan tingkat kerugian yang ditimbulkan (hama utama,hama minor, hama potensial, dan hama migran), dapat menghitung populasi hama dan intensitas kerusakan yang diakibatkan oleh hama tersebut dalam suatu ekosistem tanaman.
Bahan dan Alat
- Jaring penangkap hama
- Botol film untuk penyimpanan hama dari lapangan
- Kamera
- Alkohol 70 %
Prosedur Kerja
- Tetapkan wilayah pengamatan, boleh secara sampling ataupun pengamatan secara keseluruhan.
- Lakukan pengamatan jenis hama secara mutlak, yaitu pengamatan langsung pada individu-individu yang ditemukan pada setiap unit sampel (tanaman) pada saat itu juga, dan hitung jumlahnya.
- Lakukan pengamatan secara relatif, yaitu dengan menggunakan alat pengumpul sampel, misalnya jaring serangga. Ayunkan jaring di bagian pucuk tanaman sebanyak 10 kali (lima kali ke kiri dan lima kali ke kanan), kumpulkan organisme yang tertangkap dan pindahkan ke dalam botol film untuk pengamatan selanjutnya.
- Dari masing-masing sampel yang Anda kumpulkan, pisahkan organisme yang berstatus Pengganggu (Hama), Bukan-Pengganggu (musuh alami), dan Organisme Lain. Catat persentase masing-masing dalam lembar pengamatan.
- Serangga hama yang diperoleh dikelompokkan sesuai kisaran bahaya yang ditimbulkannya.
- Intensitas serangan diamati berdasarkan gejala serangan yang muncul. Tingkat kerusakan tanaman akibat serangan hama ditentuka n dengan rumus sebagai berikut:
I = (Σ (ni x vi)) / (Z x N) x 100%
Keterangan :
-
- I = intensitas kerusakan (%) tidak mutlak;
- ni= jumlah tanaman atau bagian tanaman yang diamati dari tiap kategori serangan;
- vi= nilai skala tiap kategori serangan;
- Z= skala kategori serangan tertinggi;
- N= jumlah tanaman atau bagian tanaman yang diamati.
Nilai kategori serangan (v):
-
- 0= tidak ada serangan;
- 1= kerusakan >0 – 25%;
- 2= kerusakan >25 – 50%;
- 3= kerusakan >50 – 75%;
- 4= kerusakan >75 – 100%.
I = (a / (a + b)) x 100%
Keterangan
-
- I = intensitas kerusakan mutlak
- a = jumlah buah/polong yang rusak
- b = jumlah buah yang baik/sehat
Berikut ini adalah contoh skor kerusakan daun

Analisis, pembahasan, dan penarikan kesimpulan
Silakan dicermati lembar kerja berikut, kemudian lakukan langkah-langkah berikut.
- Isikan jumlah jenis-jenis organisme pengganggu tanaman (OPT), organisme berguna (musuh alami), dan organisme lain pada kolom yang telah disediakan, dan hitung reratanya.
- Tuliskan analisis Anda pada fakta tersebut. Misalnya, Anda menemukan fakta bahwa jumlah musuh alami relatif lebih tinggi daripada jumlah organisme pengganggu, maka Anda bisa merekomendasikan untuk menyerahkan pengendalian pada musuh alami. Demikian pula sebaliknya.
- Isikan nilai Intensitas Serangan (dalam %) akibat kerusakan relatif pada tabel yang sudah disediakan.
- Tuliskan analisis Anda pada fakta tersebut. Misalnya, Anda menemukan fakta bahwa intensitas serangga tinggi, maka strategi apa yang Anda rekomendasikan.
- Terakhir, silakan Anda membuat simpulan yang menjelaskan tentang kondisi ekosistem secara keseluruhan. Misalnya, bagaimana kondisi musuh alami, sejarah pemakaian pestisida, penggunaan pupuk (nitrogen), dan data-data lain yang dapat Anda kumpulkan. Tuliskan pendapat Anda mengenai strategi yang tepat untuk ekosistem tersebut.






