Kabar Kompas PPLK

BENDERA KOMPASKabar Kompas PPLK. Sejak diberlakukannya UU 23 Tahun 2014 tentang Otonomi Daerah, berdampak pada UU 16 Tahun 2006 dan tenaga penyuluh. Semangat tenaga penyuluh bahkan mengendur. Salah satu alasannya karena hilangnya kelembagaan penyuluhan dari Provinsi (Bakorluh) hingga Kecamatan (Balai Penyuluhan Pertanian).

Saat ini tupoksi Penyuluhan hanya berada di Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten saja. Itupun hanya setingkat Seksi atau Koordinator saja bahkan ada yang dikelompokkan pada tenaga fungsional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin limpo (SYL) selalu mengatakan bahwa keberadaan penyuluh pertanian sangatlah vital. "Terutama dalam melakukan pembinaan kepada petani guna memastikan penerapan teknologi pertanian yang direkomendasikan serta memfasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani dan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP),". Mentan SYL mengatakan, efekvifitas penyelenggaraan penyuluhan terjadi apabila didukung oleh penyuluh pertanian berkualias, kelembagaan yang kuat, sarana dan prasarana yang memadai.

"Terbentuknya kelembagaan penyuluhan merupakan wujud suatu komitmen dari kepemimpinan wilayah. Penyuluh pertanian juga merupakan garda terdepan pembangunan pertanian nasional. Maka kesejahteraan penyuluh harus diperhatikan guna memaksimalkan perannya dalam mendampingi petani dalam rangka menjaga stabilitas pangan nasional," tegas SYL.

Komunitas Penyuluhan Pertanian Sukses ( KOMPAS ) Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering menggelar Kegiatan Penyuluhan Pertanian Bertajuk "Kompas For University And Humanity" di Kampus Politani Kota Kupang.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola

Komunitas Penyuluhan Pertanian Sukses ( KOMPAS ) Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering menggelar Kegiatan Penyuluhan Pertanian Bertajuk "Kompas For University And Humanity" di Kampus Politani Kota Kupang. Kegiatan yang berlangsung selama sehari, Sabtu (16/3/2019) melibatkan sejumlah kelompok tani dan kelompok ternak yang ada di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Anggota kelompok tani yang hadir tidak hanya diberi materi penyuluhan oleh para dosen Politani, mereka juga langsung mempraktekkan materi yang diperoleh didampingi para dosen. Salah satu materi yang diberikan ialah bagaimana membuat brownies dari kelor. Ibu-ibu dari kelompok tani antusias menyimak setiap penjelasan yang disampaikan oleh pemateri. Mulai dari manfaat dan kandungan gizi yang terkandung dalam kelor. Sementara itu kelompok ternak mendapatkan penyuluhan dan praktek bagaimana mengolah pakan ternak. 

WhatsApp Image 2019 03 19 at 2.50.09 PM

WhatsApp Image 2019 03 19 at 2.50.50 PM

Picture1

Ketua panitia kegiatan, Rofinus Kopong Bunga kepada POS-KUPANG.COM, di sela kegiatan mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut yaitu Medeklarasikam komunitas penyuluhan pertanian sukses (KOMPAS) sebagai UKM kampus. "Selain itu agar mahasiswa mampu mempererat persaudaraan dengan sesama baik dalam lingkungan kampus maupun dengan masyarakat dan mempekenalkan eksistensi Kompas ke bermasyrakat," ungkapnya. Rofinus mengatakan, Kompas digagas tahun 2015 oleh mahasiswa/i Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering, Jurusan Manajemen Petanian Lahan Kering dengan semangat intelektual, kekeluargaan, dan pengabdian.

Pemberdayaan Jemaat Dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat Jemaat GMIT Taupkole Desa Bipolo, 31 Juli 2021

Kegiatan KOMPAS, 31 Juli 2021
           
  WhatsApp Image 2021 08 18 at 19.50.31 WhatsApp Image 2021 08 18 at 19.50.33 WhatsApp Image 2021 08 18 at 19.50.34 WhatsApp Image 2021 08 18 at 19.50.34 1  
  Kompas310721  
  Penyerahan Bibit Kurus, Tomat dan Terung serta Bahan pembuat Bhokasi dan Bibit DOC Ayam Super.  
           

Kegiatan MPAB dan Pengabdian Kepada Masyarakat, bertempat di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang

IMG 9497
IMG 9507
IMG 3232
IMG 2601
IMG 2719
IMG 3045
IMG 3230
IMG 3151
IMG 3193
IMG 3184