Tikus Sawah Ratus sp
Nama Ilmiah: Rattus argentiveenter Robinson and Kloss, R. exulans Peale, R. rattus spp., R. tanezumi
Tikus sawah, khususnya spesies Rattus argentiventer, merupakan hama vertebrata paling merusak pada pertanaman padi di Asia Tenggara. Kemampuan adaptasi dan reproduksinya yang tinggi menyebabkan kerugian hasil panen yang signifikan, secara kronis mencapai 10-20% dan bahkan 30-50% di daerah beririgasi intensif dekat habitat perlindungannya.
Bioekologi dan Perilaku
- Spesies: Kompleks spesies Rattus (terutama R. argentiventer, R. exulans, R. rattus, R. tanezumi).
- Habitat dan Distribusi Aktivitas:
- Menghuni sawah irigasi dataran rendah; pada musim tanam, 65% waktu dihabiskan di dalam petakan sawah.
- Pada masa bera, bermigrasi ke saluran irigasi, kebun, dan daerah sekitar desa.
- Aktivitas bersifat nokturnal, dengan puncak pada senja dan fajar.
- Faktor Pendukung Ledakan Populasi:
- Ketersediaan pakan (padi) berkelanjutan.
- Keberadaan gulma berumput dan semak sebagai tempat berlindung (refugia).
- Tempat bersarang di pematang yang lebar dan tanggul.





Banyak hewan pengerat menyebabkan masalah pada beras. Hama utama adalah "tikus sawah" (Rattus argentiventer), tikus hitam (Rattus rattus ) dan tikus Bandicoot (Bandicota bengalensis) yang lebih kecil. Berbagai tikus juga bisa menimbulkan masalah. Kehadiran tikus biasanya dikaitkan dengan jejak di lumpur dan lubang tikus di pematang dan tanggul.
