Kutu Dompolan (Planococcus citri Risso)

Morfologi dan Bioekologi
Kutu dewasa berbentuk oval, pipih, berwarna kuning kecoklatan hingga kuning tua dengan ukuran panjang 3-4 mm dan lebar 1,5-2 mm. Tubuhnya ditutupi lapisan lilin dengan 14-18 pasang duri lilin di sepanjang tepi badan. Duri pada bagian pangkal berukuran dua kali lebih panjang dibandingkan duri lainnya.
Telur berwarna kuning diletakkan dalam kantong benang lilin halus di belakang tubuh betina. Seekor betina mampu menghasilkan 300 butir telur dalam periode 2-17 hari. Nimfa yang baru menetas berwarna hijau muda, kuning pucat, atau merah tua, dan langsung berpindah mencari tempat baru pada tanaman.
Populasi kutu meningkat selama musim kemarau ketika kelembaban nisbi di bawah 75%. Ledakan populasi terjadi jika kelembaban turun di bawah 70% secara terus-menerus selama 3-4 bulan dengan hari hujan kurang dari 10 hari. Penyebaran dibantu oleh angin, hujan, dan semut gramang. Kutu memproduksi embun madu yang disukai semut dan dapat menimbulkan jamur jelaga pada daun, tangkai, atau buah.
Gejala Serangan
Gejala serangan ditandai dengan adanya kutu putih seperti kapas pada tangkai buah yang menyebabkan bekas berwarna kuning kemudian mengering, berakibat pada gugurnya buah. Bagian tanaman yang terserang tampak dipenuhi koloni kutu berwarna putih.
Tanaman Inang Lain
Selain jeruk, kutu ini menyerang kopi, tanaman pupuk hijau (Desmodium sp., Tephrosia sp., Indigo sp.), lamtoro (Leucaena glauca), Castilloa, Loranthus, serta beberapa jenis gulma.
Strategi Pengendalian
Pengendalian Kultur Teknis
- Penerapan budidaya tanaman sehat dengan memenuhi persyaratan tumbuh
- Pengaturan jarak tanam dan pemupukan berimbang
- Pengamatan rutin 20% populasi tanaman, khususnya pada buah (10 buah/tanaman)
Pengendalian Mekanis dan Fisik
- Sanitasi kebun dengan membersihkan gulma
- Pemangkasan cabang dan buah yang terserang berat
- Pemusnahan bagian tanaman yang terinfeksi
Pengendalian Hayati
Pemanfaatan musuh alami:
- Predator: Scymnus apiciflavus, S. roepkei, Brumus saturalis, Coccinella repanda, dan Cocodiplosis smithi
- Parasitoid: Anagyrus greeni dan Leptomastix trilongifasciatus
Pengendalian Kimiawi
Insektisida selektif dan sistemik diaplikasikan ketika serangan mencapai 5% pada buah, dengan mengikuti rekomendasi yang berlaku.






