Copyright 2021 - Custom text here

Red MPLK29 – PKL LEMBATA: Libret Kitu Homa

Lembata001


Diskusi Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang dengan seorang tokoh masyarakat, Bapak Jhek Manuk, pada Jumat, 22-Maret-2019, bertempat di rumah Bapak Jhek Manuk, Kecamatan Nubatukan Leoleba Selatan, Jl. Panti Asuhan Komak, berlangsung alot.

Jhek sebagai seorang tokoh masyarakat mengajak para Mahasiswa PKL agar melihat kembali Data Kawasan Pemilikan Lahan Budidaya Pertanian Kabupaten Lembata yang luasnya 117.994 ha. Luasan itu terdiri atas lahan kering seluas 116.504 ha (98.78%). Ungkap Jhek Manuk kepada MAHASISWA PKL, bahwa dari potensi wilayah tersebut (117.994 ha) tersebut yang dikembangkan baru mencapai 17.981 ha (15,43%) dan yang belum di kembangkan seluas 58.972 ha (50%), dan sisanya lahan tidur seluas 40.991 ha (34,75%).  

Dengan Potensi Lahan Kering Kabupaten Lembata yang amat besar ini, seorang Mahasiswa PKL, Ignasius Niti dan kawan-kawannya, menawarkan Konsep Pengelolaan Pertanian Secara Terpadu kepada Tokoh Masyrakat (Bapak Jhek Manuk) agar senantiasa bersama-sama mendukung Kegiatan PKL Mahasiswa Prodi MPLK di Kabupaten Lembata. Seiring alotnya diskusi, salah satu mahasiwa PKL, Agustinus Belada Udjan atau akrab di panggil Usback oleh kawan-kawanya, menawarkan pengembangan pemeliharan ayam pedaging (Ayam Broiler) agar menangkap peluang pasar, sekaligus penggembangan UKM (Usaha Kecil Menengah) di kalangan masyrakat Kab. Lembata.

Mengapa harus memilih Ayam broiler? Usback menjelaskan bahwa memelihara ayam pedaging (ayam broiler) adalah bagian dari suatu usaha yg sangat menjanjikan apabila, ditekuni dan pelajari secara baik akan menghasilkan uang. Menurut pandangan Usback, bahwa dengan melihat semakin meningkatnya pemintaan daging di pasaran, maka yang lebih mudah menjawab permintaan pasar tersebut hanya dengan pemelihraan ayam broiler. Hal senada juga diungkapkam oleh Blasius Sefao (Mahasiswa PKL-Lembata, prodi MPLK) yang menjelaskan bahwa dengan permintaan daging yang meningkat dapat menekan angka permintaan atau impor daging dari luar Kabupaten Lembata.

Adapun penjelasan secara terperinci dalam diskusi antara mahasiswa PKL (Usback) kepada (Jhek) terkait dengan bagaimana proses pemeliharaan ayam broiler hingga pada tahap pemasaran. Usback menjelaskan babwa ayam broiler penjualannya dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti penjualan per ekor, akan tetapi lebih dari itu, Usback menawarkan proses perjualan yang lebih efktif tanpa transaksi tanpa melihat besarnya ukuran ayam tetapi penjualan berdasarkan berat ayam per ekor (kg). Kenapa harus berdasarkan berat?. Usback menjelaskan menjelaskan bahwa jika budidaya ayam broiler yang ditawarkan oleh Usback dan kawan-kawannya dikembangkan maka proses pemasaran akan lebih efektif karena besar kecilnya tubuh ayam bukan lagi menjadi ukuran pembeli.

Usback dan kawan-kawanya juga menjelaskan secara terperinci tahapan proses yang harus dilakukan. Bahwa seorang peternak ayam broiler juga harus mengetahui tentang bagaimana cara transaksinya. Apabila usaha ayam broiler sudah dilakukan maka perlu mencari pelanggan tetap agar usahanya berkelanjutan. Selain itu, sebagai peternak, harus memikirkan kesehatan konsumen seperti menyediakan, obat-obat untuk diberikan kepada ayam broiler, yang dipelihara apabila terkena penyakit atau wabah.

Usback dan kawan-kawannya, menjelaskan secara teknis lama waktu pemeliharaan ayam broiler yang siap dijual. Mereka juga menjelaskan bahwa untuk penjulan harus membutuhkan berat badan ayam sekitar 1,5 Kg. Untuk mencapai itu, perlu lama waktu pemeliharaan 28-29 hari, dimana pada usia tersebut ayam siap dijual.

Bagaimana proses pemeliharannya ???

 “Kalau semua proses sudah diangap selesai baru dimulailah proses pemeliharaan. Kita sebagai peternak ayam broiler antar bibit anakan ayam yg dikenal dengan DOC ke kandang, serta kebutuhan lainnya, seperti paka dan vaksin. Selama itu proses dari kita sebagai pengusaha harus berlangsung hingga panen”, kata Usback.

Usback dan kawan-kawannya juga menjelaskan bagaimana proses admistrasinya. Menurut Usback, apabila uasaha ayam broiler ini berjalan secara baik maka sebagai pengusaha tinggal MOU dengan pihak Bank untuk memfasilitasi dalam halnya, peminjaman modal usaha. Selain itu pun, ditambahkan rekan –rekan dari si usback, ADEAN META (juga Mahasiwa PKL-MPLK29) menambahkan tentang pola-pola yang perlu dipelajari oleh pengusaha ayam, seperti pola plasma dan pola kemitraan. Kedua pola ini merupakan pola dimana ada kerja sama anatara peternak dan perusahaan agar kontiniutas usaha ayam broiler berlangsung secara baik.

Demikianlah hasil diskusi para Mahasiswa PKL, asal Prodi MPLK Politani Kupang dengan tokoh masyarakat Kabupaten Lembata di Kota Lewoleba tempat Praktek Kerja Lapangan berlangsung. 

Foto Kegiatan PKL Lembata

WhatsApp Image 2019 03 19 at 10.54.12 AM2 WhatsApp Image 2019 03 19 at 10.54.13 AM WhatsApp Image 2019 03 19 at 12.08.30 AM1 WhatsApp Image 2019 03 19 at 12.08.31 AM WhatsApp Image 2019 03 22 at 11.14.09 PM WhatsApp Image 2019 03 22 at 11.08.03 PM

 Klik digambar untuk memperbesar (click on image to enlarge).


 

06 Des 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SENIN
07 Des 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SELASA
08 Des 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-RABU
09 Des 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-KAMIS
10 Des 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT
13 Des 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SENIN
14 Des 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-SELASA
15 Des 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-RABU
16 Des 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-KAMIS
17 Des 2021
08:00AM - 05:00PM
KP-setiap-JUMAT