Tingkatkan Kompetensi Lapangan, Mahasiswa Prodi MPLK Melakukan Analisis Vegetasi Gulma di Kebun Politani Oesao
Kupang, 03 November 2025 – Dalam upaya memitigasi salah satu tantangan terbesar pertanian lahan kering, yakni persaingan dengan gulma dengan tanaman budidaya, Mahasiswa Semester III Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) menyelenggarakan kegiatan Analisis Vegetasi Gulma di Kebun Politani Oesao. Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Perlindungan Tanaman ini dirancang untuk melatih mahasiswa melakukan pendekatan ilmiah dalam mengelola gangguan gulma, berpindah dari sekadar "mencabut" menjadi "mengelola berdasarkan data".
Program Studi MPLK Politeknik Pertanian Negeri Kupang Luncurkan Kegiatan Penerapan Iptek Masyarakat di Naioni
Koordinator kegiatan ini adalah Alfred Umbu Kuala Ngaji. Anggota tim yang terlibat meliputi Aidamel A.G.M. Takalapeta, Noldin M. Abolla, Jemseng C. Abineno, Antonius Jehemat, Nimrot E. M. Neonufa, Maria S. Medho, Melinda R. S. Moata, Yason E. Benu, Paul Pasau, Magfira Syarifuddin, Basri Yadi Tang, Stefanus Kuang, Welyanto Boboy, dan Yosefus F. da Lopez.
Kupang, 1 Juli 2023 – "Seperti embun pagi yang menyapa dedaunan, membawa harapan dan kehidupan baru, Program Penerapan Iptek Masyarakat di Naioni kini hadir dengan janji kesuburan dan kesejahteraan."
Pada hari Sabtu, 1 Juli 2023, Politeknik Pertanian Negeri Kupang melalui Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) meluncurkan Program Penerapan Iptek Masyarakat (PIM). Kegiatan ini diluncurkan di Kelompok Tani Tloim Tafena, Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, dengan tema: Desain Model Pemanfaatan Lahan untuk Optimasi Produktivitas Pertanian.
Desain Model Pemanfaatan Lahan untuk Optimasi Produktivitas Pertanian ini adalah pendekatan inovatif yang bertujuan untuk mengembangkan lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan menerapkan teknologi modern seperti irigasi tetes dan metode konservasi air dan tanah, model ini berupaya meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada teknik bercocok tanam yang efisien tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem setempat.