Copyright 2022 - Custom text here

Banner Prodi MPLK 003

Kembali ke Beranda 02

Alfred RTMANAJEMEN BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH DI CB MANDIRI CAMPLONG KECAMATAN FATULEU KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

Management of White Oyster Mushroom Cultivation in CB Mandiri Camplong, Fatuleu District, Kupang Regency Nusa Tenggara Timur

Alfred R. Toleu, Maria Susana Medho, Maria Klara Salli - Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang - 2020

INTISARI. Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) tumbuh secara saprofit pada kayu lapuk atau kayu yang sedang mengalami proses pelapukan, karena mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin yang diperlukan untuk pertumbuhan jamur. Jamur tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Rata-rata jamur tiram mengandung 19-35% protein lebih tinggi dibandingkan dengan beras (7.38%) atau gandum (13.2%). Tujuan Praktik Kerja Lapang (PKL) yaitu mahasiswa dapat mempelajari manajemen budidaya jamur tiram putih, serta meningkatkan kemampuan dan  keterampilan teknik budidaya. Kegiatan Praktek Kerja Lapang berlokasi di Camplong 1 Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur, dan kegiatan ini berlangsung selama dua bulan mulai dari tanggal 28 Februari 2020 sampai 30 April 2020. Metode yang digunakan dalam PKL ini yaitu observasi atau pengamatan, partisipasi aktif, diskusi dan wawancara serta studi pustaka yaitu penelusuran refrensi melalui buku-buku dan artikel ilmiah melalui internet. Hasil PKL menunjukan bahwa 800 baglog yang dibudidayakan dalam 10 periode (interval periode 2 hari) menghasilkan jamur tiram putih sebanyak 38,800 kg untuk panen pertama. Hasil produksi dilakukan berdasarkan periode. Periode 1-6 dengan jumlah 516 baglog dan periode selanjutnya dilakukan untuk tahap produksi ke 7-10 dengan 284 baglog sehingga total produksi untuk kapasitas kumbung sebanyak 800 baglog. Sedangkan Sistem  manajemen di CB MANDIRI CAMPLONG belum diterapkan dengan baik karena usaha ini adalah usaha yang bersifat subsistem untuk kebutuhan sehari-hari dan tempat usaha ini juga hanya sebagai tempat untuk pembelajaran budidaya jamur tiram putih.

Kata kunci: budidaya, jamur tiram, dan manajemen

Alfred RT 001


ABSTRACT. White Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) grows saprophytically on weathered woods or on woods undergoing a weathering process because these materials contain cellulose, hemicellulose and lignin which needing for fungal growth. White oyster mushroom is one of the nutritious food ingredients with high protein content, rich in vitamins and minerals, and low in carbohydrates, fat and calories. This mushroom contains 19-35% protein, higher than rice (7.38%) or wheat (13.2%). The Field Work Practice (FWP) was to study the management of white oyster mushroom cultivation and to improve the ability and skills of white oyster mushroom cultivation techniques. The FWP activity took place in Camplong 1, Fatuleu District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province for two months (February to April 2020). The methods used in the FWP were observation, direct participation, discussion & interviews, and literature study. The results of the FWP showed that there were 800 baglogs cultivated in 10 periods (2 days interval) producing 38.8 tons of white oyster mushrooms in the first harvest. The production of this oyster mushroom was carried out in two periods: firstly, period of 1-6 with a total of 516 baglogs and secondly, period of 7-10 (production stage) with 284 baglogs, thus, the total production was 800 baglogs. The results of the FWP also showed that the management system for white oyster mushroom cultivation at CB Mandiri Camplong had not been implemented properly because of not only a subsystem for daily needs but also a place to learn white oyster mushroom cultivation techniques.

Keywords: cultivation, oyster mushroom, and management

Alfred RT 002

Baca Selengkapnya >>>>

No events