Copyright 2019 - Custom text here

TINGKAT PARTISIPASI KELOMPOK TANI DESA SUKABITETEK (LEUNTOLU) DALAM PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN DI KECAMATAN RAIMANUK KABUPATEN BELU

The Participation Level of Group of Farmers in Sukabitetek (Leontolu) Village in Arranging Extantion Program at Raimanuk Sub-District Belu Regency

RONALDI F. MANDARU1; ENDAYANI V. MUHAMMAD2; WELY Y. PELLO2

Hasil Penelitian Tugas Akhir Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang 2016

1Mahasiswa Tugas Akhir, 2Pembimbing Tugas Akhir


INTISARI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi dan jenis-jenis partisipasi apa saja yang ada di kelompok tani Desa Sukabitetek/Leuntolu dalam penyusunan programa penyuluhan dan menganalisis faktor dominan penyebab partisipasi kelompok tani dalam penyusunan programa penyuluhan Desa Sukabitetek/Leuntolu di Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif denggan sampel yang diambil secara sengaja yaitu 30 ketua kelompok tani. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat patisipasi kelompok tani di Desa Sukabitetek/Leuntolu dalam penyusunan programa penyuluhan dikategorikan sedang dengan rerata skor 2,29 dan persentasenya 76,2% , dengan jenis-jnis partisipasi yang diuji yaitu waktu, pikiran atau ide, materi dan tenaga dan item motivasi merupakan faktor paling dominan dalam mempengaruhi tingkat partisipasi dengan peringkat utama diikuti oleh pengalaman, ajakan penyuluh, lingkungan, umur dan jenis usaha tani serta tujuan usaha dan kemitraan.

Kata Kunci: Tingkat partisipasi, programa penyuluhan, kelompok tani, faktor internal, faktor eksternal dan jenis-jenis partisipasi

ABSTACT. This research was aimed at finding out the level of participation and types of participation of group of farmers in Sukabitetek/ Leontolu Village in arranging extantion program and analyzing dominant factors that cause the level of participation of group of farmers in arranging the extantion program in Sukabitetek/ Leontolu Village, Raimanuk Sub-district, Belu Regency. The method of research used is quantitative descriptive which the sample is thirty chiefs of farmer groups taken intentionally. The result of this research revealed that the level of participation of group of farmers in in Sukabitetek/ Leontolu Village in arranging extantion program can be categorized as medium which average score is 2, 29 and 76, 2% in percentage. The types of participation tested such as time, thought and idea, material and energy, and motivation item are dominant factors at first leveling affecting the level of participation which followed by experience, invitation from elucidation agent, environment, age and types of farmer work as well as purpose of work and friendship.

Keywords: level of participation, elucidation program, group of farmers, internal factors, external factors and types of participation


PENDAHULUAN

Desa Sukabitetek/Leuntolu merupakan salah satu daerah penghasil pertanian, dimana sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Desa Sukabitetek/Leuntolu merupakan salah satu tempat penghasil pertanian terbesar di Kabupaten Belu. (Dinas Pertanian Kabupaten Belu Tahun 2008).

Programa pembangunan yang ada di Desa Sukabitetek/Leuntolu Kecamatan Raimanuk  Kabupaten Belu sepenuhnya diserahkan kepada pihak penyuluh lapangan, sedangkan untuk dana pembangunan pertanian yang  diperlukan oleh penyuluh telah disediakan oleh pemerintah Kabupaten Belu  dan penyuluh inilah yang merencanakan programa-programa pertanian yang akan diterapkan di masyarakat, sehingga untuk mensukseskan programa tersebut perlu adanya partisipasi masyarakat serta kelompok tani yang ada di Desa Sukabitetek/Leuntolu. Di Desa Sukabitetek/Leuntolu terdapat 30 kelompok tani yang dibina oleh 1 penyuluh lapang. Untuk mempermudah penyusunan programa yang dilakukan oleh penyuluh dan petani, maka petani harus tergabung dalam kelompok tani. Karena pelaku utama dalam programa penyuluhan adalah petani, maka prinsip dari petani, oleh petani dan untuk petani menjdi sangat penting dan akan terwujud bila adanya partisipasi penuh dari petani.

Hal ini akan menjadi masalah apabila rendahnya partisipasi dari petani. Karena dalam penyusunan programa, penyuluh tidak dapat bekerja sendiri melainkan petani harus  melibatkan diri agar petani tersebut dapat menyampaikan masalah yang mereka hadapi. Dengan mengetahui masalah yang di hadapi petani, penyuluh tentunya dapat membuat programa sesuai dengan masalah yang ada. Dengan demikian programa yang telah tersusun benar-benar beranjak dari masalah petani bukan karena dibuat-buat. 

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka diperlukan suatu penelitian tentang tingkat partisipasi kelompok tani Desa Sukabitetek/Leuntolu dalam penyusunan programa penyuluhan. Karena tingkat partisipasi kelompok tani dalam penyusunan programa akan berdampak pada permasalahan yang ada di Desa Sukabitetek/Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.

TUJUAN PENELITIAN

  1. Untuk mengetahui tingkat partisipasi dan jenis-jenis partisipasi apa saja yang ada di kelompok tani Desa Sukabitetek/Leuntolu dalam penyusunan programa penyuluhan di Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu
  2. Untuk menganalisis faktor dominan penyebab partisipasi kelompok tani dalam penyusunan programa penyuluhan Desa Sukabitetek/Leuntolu.

METODE PENELITIAN

Penelitian menggunakan metode kuesioner, adalah suatu cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data dari responden yang dipilih. Pertanyaan tersebut dapat brupa pertanyaan terbuka untuk mendapatkan informasi lanjutan dalam mendukung penjelasan mengenai tingkat partisipasi kelompok tani dalam penyusunan programa. Dan pertanyaan tertutup untuk menegaskan pilihan dan untuk menentukan skor tingkat partisipasi kelompok tani dalam penyusunan programa.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelompok tani yang ada di Desa Sukabitetek/Leuntolu yaitu 30 kelompok tani dan untuk menentukan sampel dilakukan dengan cara puposive sampling yaitu penarikan sampel secara sengaja yaitu 30 orang ketua kelmpok tani. Hal ini didasarkan pada kesepakatan yang dibuat oleh penyuluh bersama kelompok tani, bahwa yang mengikuti penyusunan programa penyuluhan adalah ketua kelompok tani. 

Untuk mengetahui partisipasi kelompok tani Desa Sukabitetek/Leuntolu dalam penyusunan programa penyuluhan, digunakan metode Likert yaitu metode yang menjabarkan beberapa item pertanyaan yang disusun dalam  kuisioner dan setiap pertanyaan diberi skor senilai dengan pilihan responden  (James dan Dean,1992).

Tabel 1 Rian MUntuk mengetahui jenis-jenis partisipasi yang ada di kelompok tani Desa Sukabitetek/Leuntolu kita dapat menggunakan skoring atau penilaian dengan melihat pada panduan Davis (2005), yang mengemukakan jenis – jenis partisipasi yaitu, pikiran/psychological participation (1), tenaga/physical partisipation (2), waktu (3), dan materi (4). Untuk mengkategorikan tingkat partisipasi ke dalam 4 indikator sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah. Perhitungan rentang skala untuk setiap kriteria dengan menggunakan rumus:

Skala = (Skor tertinggi – Skor terendah) / (Jumlah kriteria). Hal ini disajikan pada Tabel 1.

Faktor yang mempengaruhi partisipasi yaitu faktor internal, yaitu Usia (1), tingkat pendidikan (2), pengalaman (3), luas usahatani (4), jenis usaha tani (5), tujuan usaha (6), pola tanam (7), motivasi (8) dan faktor eksertal, yaitu penyuluh (9), lingkungan (10), kemitraan (11). Untuk melihat faktor dominan yang menyebabkan partisipasi kelompok tani dalam penyusunan programa penyuluhan, digunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan matriks rangking.

HASIL PENELITIAN

Tabel 2 Rian MTingkat partisipasi kelompok tani di Desa Sukabitetek/Leuntolu dalam penyusunan programa penyuluhan  diukur dalam lima kategori yaitu  sangat tinggi (ST), tinggi (T), sedang (S) atau rendah (R),  Hasil pengkuran tingkat partisipasi menunjukkan bahwa tingkat patisipasi kelompok tani di Desa Sukabitetek/Leuntolu dalam penyusunan programa penyuluhan dikategorikan sedang dengan rerata skor 2,29 dan persentasenya 76,2% (Tabel 2). Hal ini disebabkan oleh kesadaran dan tanggung jawab ketua kelompok atas keberlanjutan hubungan kemitraan antara penyuluh dan kelompok tani. Hubungan kemitraan ini bersifat transaksional yaitu jika petani tidak terlibat dalam penyusunan programa penyuluhan maka, kunjungan dan bantuan lain yang diberikan oleh penyuluh tidak dipenuhi. Pada konteks ini, hubungan transaksional yang diciptakan oleh penyuluh bertujuan memberi kesempatan kepada ketua kelompok tani mewakili anggotanya untuk terlibat penuh dalam proses peningkatan aktifitas bertani yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesehjatraan. Jika dikaitkan dengan pendapat Mardikanto (2002), tipologi partisipasi yang sedang dibangun oleh penyuluh mengarah pada partisipasi interaktif. Ciri partisipasi interaktif yaitu masyarakat berperan dalam analisis untuk perencanaan kegiatan dan pembentukan atau penguatan kelembagaan, cenderung melibatkan metoda interdisipliner yang mencari keragaman perspektif dalam proses belajar yang terstruktur dan sistematik dan yang terakhir masyarakat memiliki peran untuk mengontrol atas (pelaksanaan) keputusan-keputusan yang dibuat , sehingga memiliki andil dalam keseluruhan proses kegiatan.

Hasil identifikasi faktor-faktor penyebab keputusan berpartisipasi dalam penyusunan programa diklasifikasi dalam 2 faktor yaitu faktor pendorong (push factor) dan faktor penarik (pull factor). Factor pendorong bersifat internal meliputi, usia (U), tingkat pendidikan (TP), pengalaman (P), luas usaha tani (LUT), jenis usaha tani (JUT), tujuan usaha (TU), pola tanam (PT), dan motivasi (M). Sedangkan faktor penarik bersifat eksertal yaitu ajakan penyuluh (AP), lingkungan (L), dan kemitraan (K). Dari kedua faktor ini ditemukan bahwa faktor pendorong mendominasi keputusan dalam artisipasi terutama pada item motivasi mencapai 100%. Rincian hasil identifikasi faktor dominan dalam penelitian ini  disajikan pada Tabel 3. Gambar 1 menjelaskan persentase faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi kelompok tani dalam penyusunan programa penyuluhan. Pada gambar tersebut terdapat enam item dengan jumlah persentase yang berbeda-beda. Persentase pada item motivasi sebesar 100%. Hal ini dikarenakan masing-masing item dilakukan perhitungan tersendiri, namun jika digabungkan maka persentase motivasi menjadi 60%, pengalaman 14%, ajakan penyuluh 10%, lingkungan 8%, umur dan jenis usaha tani 6% dan tujuan usaha 2%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa item motivasi merupakan faktor paling dominan dalam mempengaruhi tingkat partisipasi dengan peringkat utama diikuti oleh pengalaman, ajakan penyuluh, lingkungan, umur dan jenis usaha tani serta tujuan usaha dan kemitraan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, penyuluh harus melakukan pendekatan kepada kelompok tani yang baru terbentuk dan belum mendapatkan surat keputusan (SK) dari Kepala Desa, agar membantu mereka dalam melegalkan kelompok mereka, karena tidak menutup kemungkinan mereka juga memiliki potensi dalam meningkatkan produksi pertanian. Selain itu, petani harus lebih berperan aktif dalam kegiatan penyusunan programa, bukan hanya mngikuti kegiatannya saja tetapi juga berperan dalam menyumbangkan pikiran merka.

----- Selengkapnya dapat dibaca di Perpustakaan ----- 

1Penulis lahir di Kupang pada tanggal 12 Desember 1993. Penulis adalah anak ke tiga dari empat bersaudara dari pasangan Alm. Theofilus Mandaru dan Nenitha Juariah. Tahun 1999 penulis masuk Taman Kanak-kanak Asumta dan pada tahun 2000 melanjutkan ke Sekolah Dasar Inpres Lasiana dan berijazah pada tahun 2006. Tahun yang sama penulis melanjutkan studi di SMP Negeri 8 Kupang dan berijazah 2009. Setelah itu penulis melnjutkan studinya ke SMA Negeri 4 Kupang dan berijazah 2012. Kemudian penulis diterima sebagai mahasiswa di Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering, Politeknik Pertanian Negeri Kupang pada Tahun 2012. Untuk menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa pada jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering maka penulis telah menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Tinkat Partisipasi Kelompok Tani Desa Sukabitetek/Leuntolu Dalam Penyusunan Programa Penyuluhan Di Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu”.


Silahkan Masuk atau Login menggunakan akun anda untuk akses penuh. Jika belum, silahkan Mendaftar. Email: jurusan.mplk@politanikoe.ac.id