Copyright 2019 - Custom text here

PERSEPSI MASYARAKAT PENGGUNA BIOGAS TERHADAP TEKNOLOGI BIOGAS DI DESA NOELBAKI KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

Perception of Biogas Users to the Biogas Technology in the Village of Noelbaki District of Central Kupang of Kupang Regency

VABIANUS NIOBE1   MARIA KLARA SALLI2   YOSEFUS F. DA LOPEZ2

Hasil Penelitian Tugas Akhir Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering Politeknik Pertanian Negeri Kupang 2016

1Mahasiswa Tugas Akhir     2Pembimbing Tugas Akhir


INTISARI.Biogas merupakan bahan bakar alternatif yang dapat menghasilkan energi untuk kebutuhan sehari-hari melalui pemanfaatan kembali limbah rumah tangga, kotoran ternak dan limbah industri makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap teknologi biogas dan hubungan antara tingkat persepsi dengan karakteristik internal eksternal masyarakat. Penelitian dilaksanakan di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, dengan sampel adalah ini masyarakat pengguna biogas, sebanyak 12 orang persepsiden. Data dikumpulkan menggunakan metode angket (kuesioner) dan wawancara, selanjutnya, data dianalisis menggunakan statistik deskriptif kualitatif, analisis korelasi rank Spearman, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat “positif” terhadap teknologi biogas (x > μ; 39,75 > 32,00). Persepsi tersebut seragam diantara masyarakat pengguna teknologi biogas (s < σ; 3,05 < 5,33). Persepsi masyarakat tersebut secara signifikan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu umur dan kesesuaian teknologi. Pengaruh kedua faktor tersebut dapat diprediksi melalui model regresi linier berganda: Y = 18,58 + 2,45 X1 + 1,27 X2 → R2 = 0,677; Y = Persepsi masyarakat, X1 = umur, X2 = kesesuaian teknologi. Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa untuk meningkatkan persepsi masyarakat pengguna biogas, teknologi ini perlu diberikan kepada masyarakat dengan kelompok umur yang lebih muda atau produktif dengan model penerapan yang lebih sesuai dengan kebutuhan atau keadaan masyarakat setempat. Untuk penelitian lebih lanjut, perlu kajian yang lebih luas dan mendalam tentang faktor-faktor internal-eksternal.

Kata Kunci: persepsi, biogas

ABSTRACT. Biogas is an alternative fuel producing energy for daily needs through reuse of household wastes, livestock manures, and food industry remainings. The study was to determine the perception of biogas technology users and to find out the correlation between perception and internal-external characteristics of the users. The study was conducted in the village of Noelbaki, District of Central Kupang, Kupang Regency. The sample was 12- user of biogas technology as the persepsidents. Data were collected using questionnaire and interviews. The data were analysed using descriptive statistics, rho-Spearman’s correlation, and multiple linear regressions. The results presented that the perception of biogas technology users was "positive" (x > μ; 39.75 > 32.00). The perception was equal among the users (s <σ; 3.05 <5.33). The perception was significantly influenced by two factors that are age and suitability of biogas technology to the users’ needs and conditions. The effect of the both factors can be predicted through the multiple linear regression models of Y = 18.58 + 2.45 X1 + 1.27 X2 → R2 = 0.677 wherein Y = perception of biogas technology users, X1 = age, X2 = suitability of biogas technology. The results suggested that to improve the perception of biogas technology users, the technology needs to be addressed to the younger users or to the productive ones with an easy way or more suitable to the needs of local users. It is recommended that a further study need to be performed to find out more widely and deeply the other influencing-internal and external factors.

Keywords: perception, biogas


PENDAHULUAN

Biogas adalah gas produk akhir pencernaan atau degradasi anaerobik bahan bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerobik dalam lingkungan bebas oksigen atau udara. Bahan bakar alternatif ini dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya, terutama dalam hal memasak, penerangan, dan sebagainya. Selain dapat menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, pemanfaatan kotoran/limbah sebagai biogas dapat mengurangi kadar bakteri patogen yang terdapat dalam kotoran/limbah yang dapat menyebabkan penyakit apabila kotoran/limbah tersebut ditimbun begitu saja dan yang paling utama adalah dapat mengurangi permasalahan penanggulangan sampah kotoran menjadi sesuatu yang bermanfaat (Subekti, 2011).

Bahan baku penghasil biogas mudah didapat dan cukup tersedia di Desa Noelbaki dan telah dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas yang di perkenalkan oleh PT. Biogas Rumah (Biru) yang bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Kupang. Akan tetapi, pemanfaatan biogas belum optimal karena masih dalam skala rumah tangga. Selain itu, pemanfaatan kotoran ternak di Desa Noelbaki masih terbatas pada 12 rumah tangga.

Permasalahan tersebut diduga terkait dengan persepsi masyarakat, yaitu pemahaman mereka terhadap teknologi yang diterimanya berdasarkan pada tingkat pengetahuan, pengalaman, sikap, dan situasi atau keadaan saat mempersepsikan teknologi tersebut. Persepsi masyarakat terhadap teknologi tersebut bisa positif dan bisa juga negatif, tergantung pada pelaku persepsi, objek yang dipersepsikan dan konteks dari situasi dimana persepsi itu dilakukan. Atas pertimbangan tersebut maka penelitian “Persepsi Masyarakat Pengguna Biogas Terhadap Teknologi Biogas di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang” perlu dilakukan dalam rangka pengembangan Teknologi Biogas ke skala yang lebih luas 

TUJUAN

  1. Mengetahui persepsi masyarakat terhadap teknologi biogas.
  2. Mengetahui hubungan persepsi dengan faktor internal dan eksternal masyarakat pengguna biogas

METODE

Tabel 1 VabianusPenelitian menggunakan metode Kuesioner (questionnaire) dan Wawancara. Sampel penelitian adalah 12 KK (kepala keluarga) yang menggunakan teknologi biogas. Adapun variabel yang diamati adalah tingkat persepsi masyarakat terhadap teknologi biogas serta faktor eksternal-internal yang mempengaruhinya. Persepsi masyarakat diukur menggunakan 2 indikator, yaitu pengetahuan dan sikap. Sedangkan, faktor eksternal dan internal yang diukur dalam penelitian ini meliputi sifat inovasi (keunggulan relatif, kesesuaian teknologi dengan kebutuhan/kondisi masyarakat setempat, dan tingkat kerumitan teknologi biogas), serta karakteristik masyarakat pengguna biogas, yaitu umur dan pendidikan formal. Data dianalisis menggunakan menggunakan rumus skoring menurut Azwar (2012) untuk menentukan tingkat persepsi, analisis korelasi rho-Spearman untuk melihat tingkat hubungan antara persepsi dengan faktor internal-eksternal, dan analisis regresi linier berganda untuk menentukan factor internal-eksternal yang berpengaruh terhadap tingkat persepsi. 

Acuan kategori tingkat persepsi masyarakat pengguna biogas ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut (Azwar, 2012):

  1. Menghitung nilai Rerata Hipotetik (µ)μ= 1/2 (imax + imin) Ʃk, dimana: μ = Rerata Hipotetik, imax = Bobot tertinggi pertanyaan, imin = Bobot terendah pertanyaan, dan Ʃk = Jumlah pertanyaan
  2. Menghitung nilai Standar Deviasi Hipotetik (σ)σ= 1/6 (Xmax - Xmin), dimana: σ = Standar Deviasi Hipotetik, Xmax = Skor maksimum = imax × Ʃk, dan Xmin = Skor minimum = imin × Ʃk

Berdasarkan rumus 1 dan 2, acuan kategori ditentukan seperti pada Tabel 1, dengan kiriteria pengujian hipotesis sebagai berikut:

  • Jika, µ > x → terima H0: tingkat pengetahuan atau sikap atau masyarakat pengguna biogas → rendah atau negatif
  • Jika, µ < x → terima H1: tingkat pengetahuan atau sikap atau masyarakat pengguna biogas → tinggi atau positif
  • Jika, s < σ → tingkat pengetahuan atau sikap atau persepsi seragam atau sama diantara masyarakat pengguna biogas
  • Jika, s > σ → tingkat pengetahuan atau sikap atau persepsi bervariasi diantara masyarakat pengguna biogas

Dimana: µ = rerata skor hipotetik, σ = standar deviasi hipotetik, x = rerata skor yang diperoleh, s = standar deviasi diperoleh

Pengaruh atau hubungan antara tingkat persepsi dengan faktor internal-eksternal petani dianalisis menggunakan Uji Korelasi rho-Spearmen (rs) dengan kriteria pengujian:

  • Jika, rho-Spearman (rs) = 0 → tidak terdapat hubungan antara persepsi masyarakat pengguna biogas dengan faktor-faktor eksternal-internal.
  • Jika, rho-Spearman (rs) ≠ 0 → terdapat hubungan antara persepsi masyarakat pengguna biogas dengan faktor-faktor eksternal-internal.

Uji Signifikansi korelasi dilakukan pada taraf kepercayaan 95% atau α = 0,05 dan derajat bebas (dB) = n – 2, dengan kirteria pengujian hipotetsis sebagai berikut:

  • Jika, nilai probabilitas (P) < α → terima H1: ada pengaruh atau hubungan signifikan antara tingkat persepsi dengan faktor internal-eksternal masyarakat pengguna biogas
  • Jika, nilai probabilitas (P) > α → terima H0: tidak ada pengaruh atau hubungan signifikan antara tingkat persepsi dengan faktor internal-eksternal masyarakat pengguna biogas

Tabel 2 4 VabianusAnalisis Regresi Linier Berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh atau arah hubungan antara persepsi masyarakat pengguna biogas (Y) dengan faktor internal-eksternal petani (X) dan untuk memprediksi nilai persepsi masyarakat pengguna biogas berdasarkan kenaikan/penurunan nilai faktor internal-eksternal yang ada di masyarakat pengguna biogas.

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian (Tabel 2) menunjukkan bahwa persepsi masyarakat positif terhadap teknologi biogas ( x > μ; 39,75 > 32,00). Persepsi tersebut seragam atau sama diantara masyarakat pengguna teknologi biogas (s < σ; 3,05 < 5,33). Tingkat persepsi tersebut merupakan total dari indikator-indikatornya, yaitu pengetahuan dan sikap. Secara umum (berdasarkan Tabel 2), pengetahuan masyarakat terhadap teknologi biogas sebesar, tergolong tinggi (x = 20.75 > 18) dan seragam atau sama diantara anggota masyarakat pengguna biogas (s = 2,70 < σ = 3,00). Pengetahuan tersebut diukur melalui tiga aspek, yaitu mengetahui, memahami, dan menerapkan. Sikap masyarakat pengguna biogas terhadap teknologi biogas, tergolong tinggi atau positif (x = 18,50 > μ =14,00) dan seragam atau sama diantara setiap anggota masyarakat pengguna biogas (s = 1,38 < σ = 2,33). Sikap masyarakat ini diukur melalui 3 (tiga) aspek, yaitu menerima, menghargai, dan bertanggung jawab.

Persepsi masyarakat tersebut ada hubungannya dengan umur dan tingkat pendidikan masyarakat pengguna serta keunggulan relatif, kesesuaian, dan tingkat kerumitan dari teknologi biogas (rs ≠ 0), akan tetapi, hanya umur masyarakat dan kesesuaian teknologi berpengaruh signifikan (p < α; Tabel 3). Pengaruh kedua faktor tersebut, yaitu umur dan kesesuaian teknologi, memenuhi syarat regresi linier berganda (normalitas dan liniearitas data, heteroskedastisitas data, dan multikolinieritas data), sehingga dapat diprediksi dengan model regresi sebagai berikut:

Y = 18,58 + 2,45 X1 + 1,27 X2 → R2 = 0,677

Di mana: Y = Persepsi masyarakat, X1 = Umur, X2 = Kesesuaian teknologi (Tabel 4). 

Model regresi tersebut menyatakan bahwa semakin muda umur masyarakat dan kesesuaian teknologi tersebut dengan kebutuhan masyarakat maka persepsi masyarakat akan meningkat. 

Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa untuk meningkatkan persepsi masyarakat, teknologi biogas ini perlu diberikan kepada masyarakat dengan kelompok umur yang lebih muda atau produktif dengan model penerapan yang lebih sesuai dengan kebutuhan atau keadaan masyarakat setempat. Untuk penelitian lebih lanjut, perlu kajian yang lebih luas dan mendalam tentang faktor-faktor internal-eksternal.

 

 

----- Selengkapnya dapat dibaca di Perpustakaan -----

Poster Hasil Penelitian Daftar Pertanyaan Penelitian Rekapitulasi Data Penelitian Variabel dan Indikator Penelitian Hasil Analisis Data

1Penulis dilahirkan pada 10 Maret 1993. Pada tahun ajaran 2000/2001 Penulis masuk ke SD Katolik Oekabiti dan lulus pada tahun 2006. Pada tahun yang sama Penulis melanjutkan ke SMPN 1 Amarasi dan tamat pada tahun 2009. Kemudian melanjutkan ke SMAN 1 Amarasi dan tamat pada tahun 2012. Pada tahun yang sama, Penulis diterima sebagai mahasiswa pada Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Jurusan dan Program Studi yang dipilih Penulis adalah Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) dan Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering (PPLK). Pada tahun 2016 Penulis berhasil menamatkan studi di Politeknik Pertanian Negeri Kupang.


Silahkan Masuk atau Login menggunakan akun anda untuk akses penuh. Jika belum, silahkan Mendaftar. Email: jurusan.mplk@politanikoe.ac.id