Copyright 2019 - Custom text here

SEKOLAH LAPANGAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU DALAM BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DAN PADI DI DATARAN TINGGI TESBATAN DESA TESBATAN 2 KECAMATAN AMARASI KABUPATEN KUPANG

Tesbatan merupakan salah satu desa penghasil beberapa komoditas hortikultura seperti kol, kol kembang, tomat, terung, ketimun dan bawang putih yang berlokasi di wilayah Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Komoditi pertanian yang diusahakan di desa ini bernilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar terhadap komoditas tersebut terus meningkat. Akan tetapi sampai saat ini, petani di Tesbatan belum mampu memenuhi permintaan tersebut  karena masih rendahnya produksi komoditas yang diusahakan, dimana rata-rata produksi hortikultura masih sangat rendah dibandingkan dengan produksi optimum yang dapat dicapai. Produksi kol berkisar 11,4ton/ha, kol kembang 15 ton/ha, tomat 9 ton/ha, ketimun 16,6 ton/ha dan bawang putih 2,7 ton/ha (Ratu Rihi et al., 2007). Jika dikelola dengan baik, produksi optimum untuk kol dapat mencapai adalah 86 ton/ha, tomat 74 ton/ha, ketimun 49 ton/ha, dan bawang putih 74 ton/ha (Novizan, 2007).

Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi tanaman adalah serangan organisme penganggu tanaman.  Serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) dipengaruhi oleh perkembangan OPT, ketersediaan inang, faktor lingkungan dan manusia atau petani pengelolanya. Dalam PHT (Pengendalian Hama Terpadu), pengendalian OPT pada dasarnya memanipulasi agroekosistem sedemikian rupa sehingga tidak cocok untuk perkembangan OPT tetapi mendorong faktor lain yang menghambat perkembangan OPT. Semakin luas hamparan atau kawasan pertanaman yang dikelola secara benar, kondisi agroekosistem akan makin stabil. Semakin luas hamparan yang dengan pengolahan PHT yang benar akan semakin nampak atau terasa pengaruhnya terhadap pertumbuhan OPT. Pemasyarakatan PHT melalui SLPHT, biasanya lebih ditekankan pada pemahaman petani tentang PHT. Sehubungan dengan itu, maka perlu dilaksanakan SLPHT kepada petani karena sampai saat ini PHT belum diterapkan dengan sungguh-sungguh dan benar.

Masalah

Pemahaman petani tentang PHT masih rendah sehingga dampak ekonomi dan ekologi PHT kurang menonjol. Sehubungan dengan itu, maka perlu dilaksanakan SLPHT karena sampai saat ini PHT belum diterapkan dengan sungguh-sungguh dan benar maka SLPHT diperlukan untuk diberikan kembali kepada petani.

Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah:

  1. Meningkatkan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu.
  2. Meningkatkan kemauan petani dalam mengendalikan hama secara kelompok.
  3. Meningkatkan ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.

Kegunaan

Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh masyarakat adalah:

  1. Meningkatnya pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu.
  2. Petani mau untuk mengendalikan hama secara kelompok.
  3. Meningkatnya ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu

Gambaran Umum Masyarakat Sasaran

Desa Tesbatan merupakan salah satu desa di kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Desa ini merupakan penghasil beberapa komoditas hortikultura seperti kol, kol kembang, tomat, terung, ketimun dan bawang putih. Komoditas-komoditas tersebut merupakan komoditas yang bernilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar akan komoditas tersebut terus meningkat.

Dalam melakukan budidaya hortikultura, petani terbagi dalam beberapa kelompok tani. Salah satu kelompok tani yang telah eksis adalah kelompok tani Hidup Baru. Kelompok ini terdiri dari 26 orang dengan ketua kelompok tani merupakan penduduk asli setempat. Anggota kelompok tani tersebut umumnya warga Tesbatan yang telah lebih maju dalam hal budidaya tanaman dan banyak dari mereka yang merupakan orang yang dituakan di lingkungan  tempat tinggal sehingga kelompok tani ini sering menjadi contoh bagi kelompok-kelompok lain yang ada di Tesbatan. 

Masalah yang sering dihadapi oleh petani selain terbatasnya pupuk yang mereka berikan pada tanaman dan debit air sungai yang mengecil dimusim kemarau adalah hama dan penyakit tanaman.

Metode Pelaksanaan 

Dalam kegiatan ini akan dilakukan identifikasi atau pengenalan tentang hama dan penyakit penting pada tanaman padi dan hortikultura serta musuh alaminya, teknik pengendalian hama dan penyakit, serta pengenalan jenis pestisida dan pemilihan jenis pestisida yang tepat, dan pengenalan sistem tanam jajar legowo pada tanaman padi. Adapun tahapan kegiatan  yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Pertemuan musyawarah pra tanam. Musyawarah ini untuk mengkoordinasikan kegiatan. Selain itu juga digunakan untuk menyamakan persepsi tentang SLPHT, rencana pelaksanaan SLPHT selama satu musim tanam, penjelasan materi yang akan disampaikan tiap minggu, menentukan perlakuan teknologi budidaya sistem PHT dan non PHT, dan menentukan topik yang dibahas pada SLPHT.
  2. Metode demplot melalui penanaman tanaman padi dengan sistem jajar legowo. Dalam kegiatan ini dibuat kebun contoh tanaman padi dengan sistem jajar legowo.
  3. Pendampingan dan penyuluhan. Pendampingan akan dilakukan setiap dua minggu sekali. Pendampingan akan terus dilaksanakan baik selama kegiatan berlangsung maupun setelah selesai kegiatan. Di dalam kegiatan pendampingan ini jika terdapat masalah yang dihadapi petani didiskusikan bersama untuk mencari jalan keluarnya. Kegiatan diawali dengan survei lokasi dan pendataan peserta pelatihan. Selain itu juga dicari data luas dan intensitas serangan OPT pangan yang terjadi di daerah tersebut pada musim tanam sebelumnya sebagai data pembanding.
  4. Penerapan teknologi pengendalian. Kegiatan ini dilaksanakan pada lahan praktek dengan menggunakan komponen teknologi pengendalian yang telah disepakati berdasarkan pengamatan agroekosistem, baik untuk komoditas padi, jagung maupun kedelai. Pelaksanaan pengendalian disesuaikan dengan kondisi OPT sasaran dan dilakukan oleh petani peserta dengan didampingi oleh petani penggerak atau petani pemandu dan petugas pemandu. 
  5. Kegiatan pelatihan pembuatan bokashi dari sumber bahan lokal dan pelatihan pembuatan pestisida organik. Kegiatan ini melibatkan 50 orang, dimana 25 orang berasal dari kelompok tani dan sisanya merupakan perwakilan dari kelompok tani lain yang ada di tesbatan. Hasil yang dari kegiatan ini adalah petani dapat membuat bokashi dan pestisida botanik secara mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada di lahan atau wilayah mereka.
  6. Evaluasi. Evaluasi kegiatan dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni pada pertengahan dan akhir kegiatan. Tujuan evaluasi untuk mengetahui kendala dan mengumpulkan ide-ide baru yang mungkin timbul selama kegiatan berlangsung untuk perbaikan ke depan jika ada kegiatan berikutnya.

Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan Kegiatan ini dibagi dalam beberapa tahapan  sesuai dengan kesepakatan antar tim pengabdian program studi PPLK dengan kelompok Tani. Jenis-jenis kegiatan adalah sebagai berikut:

  1. Persiapan Lahan. Dalam tahap persiapan lahan Petani dibantu mengolah lahan mereka dengan menggunakan traktor. Pengolahan lahan ini dilakukan selama satu minggu. Persiapan lahan juga diikuti dengan perhitungan kebutuhan air bagi tanaman, dimana petani diberi bantuan berupan jaringan irigasi sederhana yang dilengkapi dengan pompa air.
  2. Pembuatan Bokashi. Bokashi yang dibuat adalah bokashi pupuk kandang, sumber pupuk kandang berasal dari kotoran hewan (Sapi) milik petani setempat. Untuk memperkaya bahan bokashi digunakan hijauan tanaman yang juga berasal dari lokasi kegiatan.
  3. Identifikasi OPT. Dilakukan untuk mengetahui jenis OPT yang ada di lokasi kegiatan serta tingkat serangan OPT yang ada.
  4. Pengenalan Serangga Hama Penting Tanaman Padi dan Hortikultura. Penyuluhan tentang serangga hama penting yang ditemukan di lokasi kegiatan.
  5. Pengenalan Musuh Alami Serangga Hama Tanaman. Penyuluhan tentang jenis serangga atau organisme yang bermanfaat karena organisme tersebut merupakan musuh alami bagi serangga hama.
  6. Pembuatan Pestisida Nabati. Dalam kegiatan ini petani di latih memanfaatkan bahan lokal untuk membuat pestisida. Hasil dari pelatihan ini diharapkan petani dapat memproduksi pestisida sendiri dengan bahan yang ada disekitar mereka.
  7. Teknik Pengendalian OPT dan Penggunaan Pestisida. Penyuluhan tentang komponen-komponen pengendalian OPT dalam PHT.
  8. Budidaya tanaman padi sistem jajar legowo. Dalam kegiatan ini petani diperkenalkan budidya tanaman padi system jajar legowo.

Dokumentasi Hasil Kegiatan

Pengabdian Tesbatan


Silahkan Masuk atau Login menggunakan akun anda untuk akses penuh. Jika belum, silahkan Mendaftar. Email: jurusan.mplk@politanikoe.ac.id