Copyright 2019 - Custom text here

Komunitas Penyuluhan Pertanian Sukses (KOMPAS) Prodi PPLK Resmi Jadi UKM Kampus


Penulis: Rofinus Kopong Bunga. Editor: Timweb


WhatsApp Image 2019 03 19 at 2.51.14 PMKomunitas Penyuluhan Pertanian Sukses (KOMPAS)  sukses menyelenggara kegiatan EXSPO dan Deklarasi,  (16/03/2019).  Sebagai komunitas yang menyelami ilmu penyuluhan di Jurusan Manajemen Petanian Lahan Kering-POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG (POLITANI), Kompas dengan semangat intelektual, kekeluargaan, dan pengabdian,  memiliki suatu pemandangan dan pemahaman tentang peningkatan keterampilan mahasiswan penyuluhan pertanian dan kepedulian terhadap dunia pertanian.

Deklarasi kompas menjadi UKM kampus dengan mengusung tema “Kompas for university and humanity” turut menghadirkan serangkaian kegiatan ilmiah diantaranya “English spech competition”  dengan peserta lomba perwakilan UNDANA, STIKOM UYELINDO, UNWIRA-KUPANG  dan POLITANI.  Kegiatan “Study banding kelompok  tani” melibatakan kelompok tani TUNAS MUDA, KWT-KASIH, SUKA MAJU, SEHATI, dan DAHULU RASA yang masing-masing dari Desa Fatukoa, Mata air, dan Oebelo.

Direktur POLITANI, Ir. Thomas Lapenangga, MS dalam sambutannya, sangat  mendukung langkah Kompas dalam upaya membina keterampilan ekstra-kurikuler. “Ini merupakan kegiatan positif yang patut didukung dan harapnnya  seluruh program studi membentuk UKM yang memiliki kontribusi terhadap lembaga dan masyrakat lebih khusus petani.”

Ketua panitia  Rofinus Kopong Bunga, mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian Semester 6, dan juga aktivis PMKRI- Cab. Kupang, mengapresiasi atas dukungan dari pihak lembaga, sponsor, dan terutama kepada seluruh peserta kegiatan. Lanjut Riko (sapaan akrab), “Kompas merupakan wadah untuk mengasah kemampuan dan keterampilan  dengan landasan  pengetahuan sehingga menghasilkan tenaga penyuluhan pertanian yang trampil dan inovatif sesuai tuntutan zaman diera digital. Lanjutnya, “English spech competition” sebagai corong mengasah kemampuan dan juga salah satu cara menjawapi kebijakan PEMPROV-NTT, penetapan “English day”. Dalam upayah mempromosi Teknologi Hasil Pertanian, Kompas menghadirkan prodak unggulan roti berbahan dasar daun kelor, ransum ternak, dan mesin.

Mario M. Nahak, perwakilan Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA, yang juga peraih juara satu “English spech competition” mengungkapkan, “ Eksistensi Kompas secra factual telah memberikan sumbangsi yang besar terhadap dunia pendidikan dan perkembangan edukasi bagi mahasiswa. Saya secara pribadi menyatakan, “Kompas telah sukses akan hal ini”, masukannya kedepan untuk tingkt Pergurusn Tinggi mesti juga diadakan debat bahasa inggris. Untuk kemenangan ini tentu sangat bahagia, karena memang bicara kerawanan pangan, Lahan kering sebagai pendongkrak perekonomian masyrakat NTT  sejatinya bukan besic saya. Namun, filsafat dan militansi sebagai spirit intelektualitas untuk mampu memahami hal lain, menjadikan saya memiliki semangat juang.

Adapun juara dua diraih oleh  Karlina Rambu Jathu,  mahasiswa jurusan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Politani, dan Juara tiga diraih oleh Katarina E. I. Lambalawa, mahasiswa fakultas Ilmu social politik perwakilan UNDANA.

Picture1 WhatsApp Image 2019 03 19 at 2.50.50 PM WhatsApp Image 2019 03 19 at 2.50.09 PM WhatsApp Image 2019 03 19 at 2.49.52 PM
Pembina Kompas bersama Ketua Panitia   Study banding  Peserta english spech competition. Mario M. Nahak, the winer english spech copetition. 

 

 Baca Beritanya...


 

Kompetensi Inovasi Teknologi Pertanian

Pada Bulan November 2017, Politeknik Pertanian Negeri Kupang mengirimkan Tim mengikut "Kompetisi Inovasi Teknologi Pertanian" di Politeknik Jember, dengan Ketua Rombongan Bapak Nimrod Neonufa  dan Pudir 4 selaku pejabat penanggung jawab bidang kemahasiswaan.

Pada foto pertama Direktur Politanikoe menerima dan mengapresiasi para peserta lomba untuk juara pertama dan harapan. Foto selanjutnya suasana acara pembukaan dan pengarahan ketua tim utk peserta kompetisi.

WhatsApp Image 2018 05 17 at 12.10.17 PM WhatsApp Image 2018 05 17 at 12.13.41 PM WhatsApp Image 2018 05 17 at 12.13.44 PM1 WhatsApp Image 2018 05 17 at 12.13.45 PM WhatsApp Image 2018 05 17 at 12.16.47 PM

 Click on image to enlarge

Wisuda PDD Sumbawa Angkatan IV DAN Penyerahan Aset ke Pemda/Bupati

upacara wisuda pidato wisuda dir wisudawan PENGELOLA2

 

dir ttd aset ke bupati close up ttd aset mantan 2

Be a Good Teacher

Sebuah Forum perkumpulan para Dosen, PLP dan Teknisi Politani Kupang sejak di bentuk tahun 2017 terus melakukan aktivitasnya berupa seminar dan diskusi topik-topik yang berkaitan dengan pelaksanaan Tridharma PT, Forum ini bernama BCA (Berbagi Cerita Akademik).

Pada bulan Mei Forum ini mendapat tamu istimewa seorang pensiunan senior Dosen dari The University of Queensland Australia, Richard S. Copeland, Ph. D. Walaupun telah pensiun, beliau tetap mendedikasikan dirinya dalam mendukung pendidikan baik di Australia maupun Indonesia. Bersama Forum BCA, Pak Copeland berbagi pengalaman dalam mengajar, meneliti dan menulis akademik. Jumat 11 Mei lalu, dengan topik "Be  good Teacher", beliau memotivasi para Dosen dan mahasiwa yang hadir bagaimana menurutnya dosen yang baik, yaitu yang melakukan pengajaran sesuai kebutuhan mahasiswa dan masyarakat, melakukan penelitian untuk mendapatkan solusi atas permasalahan yang ada, bekerjasama dengan pengambilan keputusan dan tetap memelihara karir serta keluarga kita. Suatu pemikiran dari sudut pandang yang berbeda, kebanyakan dosen hanya sibuk dengan rutinitas sehingga lupa karirnya sendiri bahkan keluarga. Satu pandangan bijak dari seorang dosen senior yang telah banyak makan asam-garam dunia pendidikan. Katanya seorang Dosen adalah seorang Pelayan, baik untuk mahasiwa, masyarakat, institusi  diri sendiri dan keluarga. Dua jam bersama, seperti disiram air sehingga segar kembali. Salam Dosen.

Selengkapnya...

Manfaatnya sosial, ekonomi dan kesehatan lingkungan dari penerapan "Teknologi Silase" di Lahan Kering

Teknologi silase sudah sejak lama diperkenalkan kepada masayarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), sesuai dengan masa dikenalnya daerah NTT sebagai salah satu pemasok ternak yang cukup diperhitungkan di tingkat nasional. Teknologi ini dikembangkan di NTT tidak terlepas dari kondisinya sebagai daerah lahan kering, yang dicirikan oleh musim hujan yang singkat (3-4 bulan) dibandingkan dengan musim kemarau yang lebih panjang (8-9) bulan (Bammualim, 2001), mengakibatkan terjadinya fluktuasi ketersediaan  pakan baik dalam kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya. Karena itu introduksi teknologi silase  diharapkan menjadi teknologi pemecah masalah (Solusive technology) fluktuasi pakan, demi meningkatkan dan atau mempertahankan produktivitas ternak umumnya, ternak ruminansia khususnya, yang makanan pokoknya adalah hijauan.

Baca Selengkapnya di Sini


Silahkan Masuk atau Login menggunakan akun anda untuk akses penuh. Jika belum, silahkan Mendaftar. Email: jurusan.mplk@politanikoe.ac.id